BLITAR - Di tengah menjalankan amanah sebagai guru mata pelajaran (mapel) Seni Budaya UPT SMPN 1 Wates, Tri Utaminingsih, memanfaatkan waktu luangnya untuk bergerak dalam berbagai hal positif.
Perempuan ramah ini aktif dalam kegiatan syiar keagamaan, dunia pertanian, hingga berkesenian untuk menyalurkan hobinya. Terbaru ia mewujudkan mimpi mendirikan Taman Tri Loka.
Tri tinggal di Desa Mojorejo, Kecamatan Wates, tak jauh dari lokasi UPT SMPN 1 Wates, tempat ia menularkan ilmu kepada anak didik sejak 1993 lalu.
Sebelumnya, sejak diangkat menjadi abdi negara pada 1988, ia mengajar di SMPN 1 Kesamben.
Untuk mengisi waktu luangnya, selain menjaga kedekatan dengan keluarga, ia juga aktif sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Mojorejo, selama 3 periode, sejak 2009 hingga saat ini. Amanah itu ia manfaatkan untuk aktif syiar keagamaan dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat.
“Sebenarnya, sudah waktunya ganti, saya masih berusaha mencari kader sebagai ketua Muslimat berikutnya,” ungkap istri dari Samuri.
Selain aktif di tingkat ranting, Tri juga dipercaya menjadi pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Wates, bidang Ekonomi dan Koperasi.
Untuk kegiatan usaha yang sudah dilaksanakan adalah memberikan pinjaman modal kepada ibu-ibu jamaah yang memulai usaha kecil, untuk tambahan penghasilan keluarga.
Misalnya, beberapa sektor usaha yang dilaksanakan adalah bidang pertanian, warung makanan dan minuman. "Ada juga simpanan Miftahul Jannah, setiap Jumat, sebelum yasinan," jelas Tri.
Selain itu, ia bersama suami, yang juga sama-sama hobi bertani, memiliki green house yang lokasinya berada di lingkungan sekitar sekolah.
Aktivitas bertani ramah lingkungan itu ditekuni, selain karena hobi, juga untuk mendukung program Adiwiyata UPT SMPN 1 Wates.
Baca Juga: Grand Launching Dreamile International Hotel dan Business Academy
Hal itu, ia wujudkan setahun lalu, ketika berulang tahun ke-57. Aktivitas itu mendapatkan dukungan penuh sang suami, yang sudah purnatugas guru dari UPT SMPN 1 Wates sejak Juli 2021, yang kini menekuni dunia pertanian. "Alhamdulillah kondisinya sehat," ungkap perempuan 58 tahun ini.
Banyak manfaat yang dirasakan ketika menjaga lingkungan melalui aktivitas bertani ramah lingkungan, salah satunya adalah lingkungan yang sejuk di kawasan sekolah.
“Di green house dekat sekolah, kami membudidayakan sayur dan buah, supaya kami bisa mengkonsumsi sayur-sayuran yang tidak banyak obat-obatannya. Kami pakai pupuk organik yang kami buat sendiri,” ungkap perempuan yang sudah dikaruniai 3 anak 2 cucu ini.
Tak hanya aktif dalam bidang keagamaan dan pertanian, Tri juga menaruh perhatian serius pada bidang seni budaya hingga di luar aktivitas mengajar di sekolah.
Awal bulan ini, ketika ulang tahun ke-58, ia mewujudkan Taman Tri Loka, yang lokasinya berada di lahan belakang area UPT SMPN 1 Wates.
“Taman Tri Loka juga menerima bantuan pohon jeruk dari Kepala UPT SMPN 1 Wates, Bapak Gedi Wibowo SPd MPd, pada Rabu (2/10) lalu,” jelas Tri.
Suasana sejuk di area hutan jati sangat mendukung upaya mewujudkan Taman Tri Loka yang memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar.
“Biar nanti, setelah saya pensiun tetap bisa berkarya, baik seni patung, maupun seni lukis. Jadi, kalau masih ada anak-anak yang mau belajar, bapak ibu guru yang mau belajar tentang seni rupa, kami ajak bersama-sama sesuai dengan potensi saya,” terang perempuan ramah ini.
Nantinya, selain seni patung dan seni lukis, di Taman Tri Loka juga bisa menyalurkan hobi membuat kerajinan anyaman bambu dengan memanfaatkan bambu yang banyak tumbuh di area sekitarnya.
Harapannya, ilmu yang dimiliki Tri tidak hilang begitu saja ketika sudah tidak mengajar lagi di UPT SMPN 1 Wates.
“Walaupun nanti saya sudah purnatugas, bisa tetap mengembangkan ilmu saya bersama masyarakat. Saya sudah merintis Taman Tri Loka, semoga sukses untuk mengisi masa tua saya nanti,” pungkas Tri. (apr/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila