Bela Ananda Novembri, Top 10 Raka-Raki Jatim, Perform Dalang Jadi Pembeda dari Peserta Lain 

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Minggu, 13 Oktober 2024 | 02:54 WIB
BERPRESTASI  : Bela Ananda  Novembri  melakukan  sesi  pemotretan  untuk  persiapan  Raka-Raki  Jatim.
BERPRESTASI : Bela Ananda Novembri melakukan sesi pemotretan untuk persiapan Raka-Raki Jatim.

BLITAR - Duta wisata dituntut memiliki keterampilan yang antimainstream dan multitalenta.

Selain membawa nama daerah ke tingkat regional hingga nasional, duta wisata juga menjadi ajang unjuk bakat dan kreasi bagi para anak muda.

Hal itu sedang diwujudkan oleh Bela Ananda Novemberi yang sukses masuk top 10 Raka-Raki Jatim (Jawa Timur).

Usai sukses menjadi Diajeng pada 2018 lalu. Dalam uji keterampilan, Bela -sapaan akrabnya- menampilkan menyanyi, nembang Jawa, dan menjadi dalang.

Penampilannya itu sukses membuat peserta lain dan juri terpukau, karena hal yang berbeda ditampilkan oleh perempuan 23 tahun itu.

“Saya sejak kecil memang sudah senang menyanyi hingga mengikuti berbagai lomba sampai SMP. Selain itu, saya juga menyukai budaya Jawa. Maka dari itu, saya menampilkan dalang dan nembang di seleksi raka-raki,” ujar Bela yang ditemui kemarin (11/10).

Dia memang sengaja menampilkan kesenian Jawa untuk menjadi ciri khas penampilannya. Sebab, menjadi dalang umumnya dilakoni oleh kaum adam, sehingga Bela memberanikan diri untuk dalang. Apalagi, suaranya cocok dengan lagu-lagu Jawa.

 Pada malam grand final 5 Oktober lalu, Bela merasa tidak menyangka jika masuk dalam Top 10 Raka–Raki Jatim.

Karena, perwakilan Raki dari Kota Blitar jarang dilirik oleh juri untuk masuk yang terbaik. Sebelumnya, Kota Blitar pernah menempatkan perwakilannya Raki pada top 10 duta wisata Jatim ini pada 2017 lalu.

“Tentu saya optimistis untuk bisa menampilkan yang terbaik pada pemilihan raka–raki ini. Karena selain uji bakat, dalam semua tahapan seleksi dituntut tampil baik dan menguasai tes yang diberikan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa sosiologi Universitas Brawijaya (UB) ini juga memiliki program yang dibawa ke ajang ini.

Yakni membuat dissfusser yang berkolaborasi dengan Kampung Mint dan Batok yang ada di Kota Blitar. Dia membuat inovasi difuser ini dengan batok. Karyanya banyak digemari oleh panitia dan juri Raka-Raki Jatim.

Sementara itu, Bela mengaku mengikuti raka–raki ini berawal dari niatnya sendiri dan diminta oleh paguyuban Kangmas Diajeng.

Meskipun dia sudah lama menjadi Diajeng 2018 lalu, Bela baru berkesempatan tahun ini ikut ajang duta wisata Jatim tersebut. 

“Persiapan saya untuk mengikuti raka-raki ini sejak awal 2024 ini. Tahapan seleksinya cukup panjang. Usai bergabung di paguyuban Raka–Raki Jatim ini, saya akan ikut berpatisipasi pada pemberdayaan masyarakat di desa wisata,” pungkasnya.(jar/c1/ady)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
duta wisata raka-raki jatim