BLITAR - Kegiatan fisik yang menguras tenaga seperti bela diri tampaknya memiliki tempat tersendiri bagi Naila Ageng Qurotu’aini, warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, ini.
Baginya, bela diri bukan sekedar untuk kesehatan, melainkan juga menjadi tempat menggali potensi dan unjuk prestasi.
TAK heran, beberapa prestasi yang sudah diperoleh di antaranya Juara 1 O2SN Tunggal Putri Kota Blitar Tahun 2022, Juara 3 Seni Tunggal Porseni Jawa Timur Tahun 2023, dan Juara 1 Remaja Putri Kejuaraan Provinsi Tahun 2024.
Bahkan, saat ini dia tengah mempersiapkan diri untuk berlaga di laga kejuaraan nasional yang akan dihelat pada 23-28 Oktober mendatang.
“Kelas 4 SD baru belajar pencak silat. Sejak kecil sebenarnya sudah tertarik dengan cabang olahraga yang satu ini. Selain pencak silat, saya juga ikut atletik dari SD hingga SMP,” ungkap gadis kelahiran 2009 ini.
Berbagai persiapan khusus tengah dimasifkan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Utamanya latihan rutin agar kondisinya tetap prima.
Selain itu, dukungan moril dari orang tua, pelatih, organisasi Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT), dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Blitar menjadi bahan bakar semangatnya.
“Tentu harapan di kejurnas bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan mendapat kemenangan serta prestasi. Terlebih, dengan dukungan dari orang tua, pelatih, dan organisasi, tentu saya harus membuktikan bahwa saya mampu,” tegasnya.
Dia menuturkan, salah satu momen yang tak terlupakan selama menggeluti dunia bela diri yakni pada ajang kejurprov.
Saat itu, dia sempat hampir tidak bisa tampil karena merasa frustasi sejak awal. Bahkan, dia mendaftar kejurprov dua hari sebelum pendaftaran ditutup.
“Iya, waktu itu sempat punya pikiran untuk tidak lanjut kejurprov karena terkendala dana dan tidak ingin merepotkan orang tua. Selain itu, awalnya ayah juga tidak merestui untuk ikut kejurprov dan menyarankan fokus pada popda, karena event-nya bersamaan,” terangnya.
Tapi, jelas dia, karena ibu bersikukuh membujuk ayah, akhirnya dia bisa berangkat kejurprov tahun ini.
Kemudian, dia mengurus pemberkasan dan surat rekomendasi dari sekolah, dan baru bisa mengumpulkan berkas dua hari sebelum ditutup.
“Karena dukungan itu, saya jadi bisa berangkat ke kejurprov. Alhamdulillah, pada event tersebut bisa menyabet juara pertama.
Itu menjadi salah satu momen yang menjadi titik balik saya untuk semakin giat menekuni dunia silat,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila