BLITAR - MENGEMBAN amanah sebagai guru mata pelajaran (mapel) Seni Budaya di SMAN 1 Garum, bagi Yudi Widodo SSn, secara tidak langsung juga bisa sebagai sarana menyalurkan hobinya dalam hal berkesenian.
Selain di dalam kelas, ilmu berkesenian juga ia ditularkan melalui ekstrakurikuler (ekskul) dan maupun kegiatan di tengah masyarakat.
Pria 46 tahun ini, baru mengajar di sekolah yang berada di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, sejak Januari 2023, setelah sebelumnya mengajar di SMKN 1 Tulungagung. Dalam dunia seni budaya, ia lebih fokus dalam seni pertunjukan.
Misalnya, dalam dunia pedalangan, pria dengan nama panggung, Ki Yudi Widodo Gondo Asmoro, pernah pentas di beberapa wilayah. Seperti di wilayah Kecamatan Wates, Panggungrejo, dan Wlingi, hingga di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, maupun di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Biasanya, ia diundang untuk pentas dalam berbagai momen hajatan, seperti pernikahan, bersih desa, khitanan, hingga diesnatalis sekolah. Untuk mengukuhkan aktivitasnya dalam dunia pedalangan, pria warga Desa Purworejo, Kecamatan Wates, ini pernah digebyakne atau pentas perdana di lingkungan rumahnya pada 1998 lalu.
Kala itu, Yudi masih menempuh semester 5 jurusan Seni Pedalangan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yang akhirnya lulus pada 2002. Momen pentas perdana itu ada yang istimewa, yakni Yudi berkolaborasi dengan Hiromikano, sinden dari Jepang, yang merupakan teman kuliahnya.
“Setidaknya saya pernah kolaborasi dengan Hiromikano dalam tiga kali pementasan, dua kali di wilayah Wates dan sekali di wilayah Wlingi,” ungkap pria ramah ini.
Saat ini, ketika kangen dengan suasana di atas panggung saat memainkan peran dalang, ketika ada waktu luang ia akan memutar rekaman cerita wayang.
Salah satu lakon yang digemari adalah Barata Yudha, karena sangat menginspirasi, serta ada pelajaran seputar hukum sebab akibat.
Begitu alunan musik karawitan diputar, ia langsung praktik mendalang dengan beberapa wayang koleksinya di dalam rumah.
“Hanya untuk obat kangen saja, biasanya di dalam rumah dan suaranya tidak sampai mengganggu tetangga,” ungkap Yudi.
Saat ini, di SMAN 1 Garum, ia juga dipercaya sebagai guru pembina ekskul seni karawitan, teater, dan lukis. Ada 50-an anak didik yang aktif dalam ekskul, mulai yang awam hingga mereka yang sudah punya dasar berkesenian sejak SMP.
Mereka yang awam biasanya tertarik ketika ada momen pengenalan di kelas dan akhirnya tertarik bergabung dalam ekskul.
Harapannya dari ekskul ini, grup karawitannya bisa diajak berkolaborasi mengiringi pentas seni wayang kulit anakanak SMAN 1 Garum.
Sedangkan, ketika di rumah Yudi juga memiliki seperangkat gamelan untuk mendukung hobinya berkesenian.
Harapannya, ia bisa menularkan ilmu yang dimilikinya bersama masyarakat sekitar. Misalnya, dengan membina kelompok karawitan, hingga seni melukis. (apr/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila