BLITAR - Kegiatan yang menguras energi tampaknya memiliki tempat tersendiri bagi Ari Sri Ekawati, warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini yang aktif menekuni aerobik.
Dia memulai perjalanannya di dunia senam aerobik pada awal 2018 dengan motivasi sederhana, yaitu ingin menaikkan berat badan.
SAAT itu, dia tidak pernah menyangka bahwa langkah kecilnya mengikuti senam di kantor desa akan mengubah jalan hidupnya.
“Kebetulan ibu waktu itu kepala desa, terus sering mengadakan senam aerobik di kantor. Awalnya hanya ikut-ikutan untuk berolahraga, iya mengalir saja, lama-kelamaan suka karena saya sendiri basic-nya menari,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Blitar.
Ketika melanjutkan kuliah di Malang, dia tetap setia pada hobinya ini dengan mengikuti berbagai kelas dan event.
Perjalanannya tidak berhenti di situ, ketika pandemi Covid-19 melanda, kegiatan kuliah dilakukan secara daring sehingga memberinya lebih banyak waktu di rumah.
Alih-alih berhenti berolahraga, dia justru terus aktif berlatih di rumah hingga 2022.
Tidak lama setelah itu, langkah tak terduga membawa Ari menjadi instruktur pada 2023, saat seorang instruktur senam berhalangan hadir dan ia diminta untuk menggantikan.
Dari hanya mengisi satu kelas, orang-orang mulai mengenalnya sebagai instruktur aerobik. Tanpa rencana, Ari akhirnya jatuh cinta pada profesi barunya ini, dan kariernya sebagai instruktur pun dimulai.
“Iya, aerobik memberikan kepuasan tersendiri yang tidak bisa didapatkan dari olahraga lain seperti joging. Aerobik lebih cepat membuat berkeringat, selain itu lebih seru karena ada unsur tari dan musik yang dipadu dengan gerakan energik,” katanya.
Dari sana, Ari merasa senang karena tidak hanya menikmati olahraganya, tapi juga bisa mendapatkan penghasilan dari hal yang dicintai.
Hingga kini, dia telah berhasil mengisi jadwal kelas yang penuh dalam seminggu. Sebelumnya, dia hanya menjadi instruktur keliling dari satu sanggar ke sanggar lain.
Tetapi, dengan semakin banyaknya peminat, dia berharap dapat segera membuka sanggar senam aerobik sendiri.
“Iya, di Desember nanti saya berencana mengambil lisensi pelatih resmi di Surabaya agar bisa lebih mengembangkan diri dan
memberikan yang terbaik kepada semuanya. Sebelumnya juga pernah menjuarai beberapa event, tapi yang terbaru juara 3 di ajang Diadem Zumba Party dan Aerobic Competition, serta Rissant Sport Zumba Party and Aerobic Competitions,” bebernya.
Dengan semangat dan dedikasinya yang tinggi, Ari terus mengejar impiannya untuk menjadi instruktur yang berlisensi dan membuka sanggar senam aerobik sendiri.
Perjalanannya membuktikan bahwa sebuah hobi sederhana bisa berkembang menjadi karier yang menjanjikan, asalkan dijalani dengan penuh cinta dan kesungguhan. (ham/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila