Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Sprint hingga Ultramaraton: Hariri, Pemuda Blitar yang Terus Berlari Mewujudkan Mimpi

M. Subchan Abdullah • Senin, 4 November 2024 | 19:00 WIB
MENANTANG: Muhammad Ma’mun Khariri saat mengikuti event  Broder50 (Bromo Desert kategori 50km) yang diselenggarakan  komunitas Malang Trail Runners beberapa waktu lalu.
MENANTANG: Muhammad Ma’mun Khariri saat mengikuti event Broder50 (Bromo Desert kategori 50km) yang diselenggarakan komunitas Malang Trail Runners beberapa waktu lalu.

BLITAR - Berlari dari satu gunung ke gunung lain dilakoni Muhammad Ma'mun Khariri.

Dengan jarak tempuh mencapai 100 kilometer tiap gunungnya. Juli lalu, dia sukses menyelesaikan race ultra Mantra116 di Gunung Arjuno-Welirang.

Pemuda yang akrab disapa Hariri ini mengenal lari sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Diawali dengan ikut kompetisi atletik pada ajang Porseni mewakili sekolah pada 2018. Jenis atletik yang diikuti adalah sprint 100 meter.

Sayang, kompetisi atletik tersebut belum mengantarkan Hariri meraih juara. Namun, kegagalan itu tak membuatnya bersedih hati. Dia justru semakin mantap untuk berlatih lebih keras.

Singkat cerita, pada 2019, dia bergabung dengan salah satu komunitas lari terbesar di Blitar yakni Patria Run.

Dia tertarik dengan lari rutin malam hari yang digelar setiap Jumat.

“Dengan bergabung komunitas inilah saya semakin mengenal dunia lari. Ikut event lari jarak 5K hingga ultramaraton seperti yang saya lakoni kini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (3/11/2024).

Event lari pertama yang diikuti Hariri adalah Pemilu Run di Kediri dengan jarak 5K. Race pertama kalinya itu menjadi pengalaman yang berkesan baginya.

Sebab, dia nekat kabur dari pondok pesantren (ponpes) demi mengikuti acara lari tersebut.

Kala itu, dia memang santri di salah satu ponpes di Kediri. Pada Sabtu malam, dia memutuskan kabur karena race dilaksanakan Minggu pagi.

“Saya kabur ditemani sahabat saya, Haros. Kami berdua sempat tidur di musala SPBU di Kota Kediri. Karena merasa bising, kami pindah ke Masjid Darunnajah di Mojoroto, Kediri,” tutur pemuda 23 tahun ini.

Hariri akhirnya bisa mengikuti race tersebut dengan start di Taman Tirtayasa. Mereka berhasil finis.

“Setelah itu, kami tidak lama-lama. Kami buru-buru balik ke pesantren biar gak ketahuan pengurus kamtib,” bebernya.

Hariri semakin ketagihan mengikuti event lari. Dia lantas mencoba ikut race dengan kategori jarak jauh. Bukan lagi kelas maraton, melainkan ultramaraton.

Disebut ultra karena jarak lari kelas tersebut di atas 42 kilometer (km). Tentunya, dia tidak serta-merta ikut race begitu saja.

Latihan demi latihan pun dilakukan secara rutin dan terprogram agar hasil maksimal.

Nah, event ultra trail pertama yang diikutinya adalah BTS Ultra 100 kategori 102K (kilometer) dengan elevasi 4.840 m pada November 2023 lalu. Lokasinya ada di kawasan Bromo Tengger Semeru.

“Tapi, trek larinya bukan di jalur pendakian Semeru lho, ada trek sendiri untuk lomba lari trail ini,” kata pemuda kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

Motivasinya mengikuti ultramaraton ingin meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman yang menantang.

“Yang pasti, saya ingin mencoba hal baru dan meningkatkan level dalam berlari,” ujar anak keempat dari lima bersaudara ini.

Persiapan yang dilakukan menjelang race tentu cukup lama. Dia harus menjalani latihan minimal dua bulan sebelum race.

“Latihan yang saya jalani yaitu berlari di jalanan aspal hingga lereng gunung. Baik Gunung Kelud maupun Gunung Buthak. Kemudian menjaga pola makan dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Menurut Hariri, BTS Ultra 100 merupakan event ultra trail run 100K yang pertama. Banyak pengalaman yang berkesan.

Salah satunya bisa lari sambil melihat pemandangan yang indah di pegunungan.

Seperti di kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, sudah pasti melewati banyak kawasan dengan pemandangan indah seperti Bukit Teletubbies, Gumuk Pasir, Gunung Bromo, serta merasakan sapaan hangat dari warga sekitar. Bahkan sampai melewati tempat hajatan menikah warga setempat.

Baginya, lari sudah menjadi bagian dari passion. Sebisa mungkin dia meluangkan waktu untuk berlatih.

Mempersiapkan fisik dan performa untuk event-event lari berikutnya. Terutama yang berbau lari di gunung. (*/c1/din)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ultramaraton #olahraga lari #lari sprint #atlet lari