Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Atika Islafiyatur Rohmah, Atlet Jujitsu Kebanggaan Blitar: SEMANGAT JUANG TAK HANYA MILIK PAHLAWAN MASA LALU

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 11 November 2024 | 00:20 WIB
TANGGUH: Atika dalam balutan Gi JiuJitsu sebelum terjun dalam pertandingan beberapa waktu lalu.
TANGGUH: Atika dalam balutan Gi JiuJitsu sebelum terjun dalam pertandingan beberapa waktu lalu.

BLITAR - Atika Isla yatur Rohmah, atlet Jujitsu asal Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, menjadi contoh nyata semangat juang generasi muda yang terus berjuang mengharumkan nama bangsa.

Di usianya yang baru 24 tahun, dia telah meraih berbagai prestasi gemilang.

BEBERAPA prestasi terbaru yang dia torehkan di antaranya Juara 1 Newaza Putri Kelas-65Kg di Kejurprov Jujitsu tahun 2021, Juara 3 Fighting System Putri Kelas -62Kg di Porprov tahun 2022, Juara 2 Fighting Putri Kelas -62Kg di Kejurnas RSPAU Yogyakarta 2022, Juara 2 Fighting Putri Kelas -62Kg GIT & GOT Purwakarta 2023, Juara 3 Fighting System Putri -62Kg di BK PON IMAG Bekasi 2023, dan Juara 2 Fighting System Putri Kelas -63Kg Asian Regional Champhionship Shoutheast Asia 2024 di bali.

Atika, sapaan akrabnya, pertama kali mengenal jujitsu saat mengikuti ekstrakurikuler di bangku MTs, dengan niat untuk bisa melindungi ibunya.

Dia memiliki prinsip setiap tahun harus memiliki prestasi, sampai akhirnya dia bergabung di Blitar Fighting Club.

“Nah, di sini saya belajar dan berlatih dan menemukan keluarga baru dengan berbagai latar belakang. Camp ini pula yang paling berani mengambil risiko, dengan segala keterbatasan, klub ini berani mengirimkan atletnya ke pertandingan daerah lain,” ungkapnya. 

Level yang lebih tinggi Atika tak selalu mudah. Ada masa-masa sulit yang sempat membuatnya patah semangat.

Bimbingan yang diterimanya seperti dari almarhum Bapak Nurhadi yang mengajarkan dasar jujitsu, Bapak Ansori yang memberi pelajaran berorganisasi, dan Bapak Rudi yang mengajarkan berani mengambil risiko, serta teman-temannya membuatnya semakin terpacu untuk bangkit.

“Pelatih saya pernah bilang, ‘Nduk, bunga itu mekarnya tidak bersamaan’, itu yang membuat saya percaya bahwa kesempatan pasti ada. Tanpa mereka, senior dan teman-teman, saya bukan siapa-siapa,” bebernya.

Dia menuturkan, selama aktif di jujitsu, yang menjadi tantangan terbesar baginya adalah menaklukkan diri sendiri.

Untuk itu, perlu adanya komitmen, konsisten, gigih, dan sabar. Terlebih ketika menjadi perwakilan yang dikirimkan oleh daerah.

“Yang membekas di ingatan saya ketika PON Aceh-Sumut, tim dari Jawa Timur bisa menjadi juara umum, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Terlebih selama di puslatda, kami semakin solid, dari proses yang tidak mudah dari awal hingga akhir,” kenangnya. 

Di Hari Pahlawan ini, Atika berharap agar generasi muda, khususnya atlet-atlet Blitar, bisa terus bersemangat dan mengharumkan nama bangsa. Sebab, baginya, generasi muda adalah tonggak sejarah bangsa.

“Harapan besar saya, atlet-atlet Blitar bisa mengaharumkan nama blitar hingga mancanegara dan menjadi contoh bagi generasi berikutnya. Tetap semangat, karena perjuangan perlu pengorbanan, Selamat HariPahlawan,” tegasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#generasi muda #atlet jujitsu #Kecamatan Udanawu