Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bacharuddin Abdillah Lolos Program Micro Credential di AIC Chicago, USA,  Aktif Organisasi dan Imbangi dengan Prestasi

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Senin, 18 November 2024 | 13:00 WIB

 

CERDAS: Bacharuddin berpose di beberapa lokasi di Kota Chicago, Amerika
CERDAS: Bacharuddin berpose di beberapa lokasi di Kota Chicago, Amerika

BLITAR - PEMERINTAH telah menyiapkan beasiswa studi di dalam dan luar negeri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Peluang tersebut harus dimanfaatkan oleh para pemuda di tanah air. Seperti yang dilakukan warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, yang juga Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jatim, Bacharuddin Abdillah.

Beberapa waktu lalu, pria berkacamata ini sukses menaklukkan tahapan-tahapan seleksi program Micro Credential di American Islamic College (AIC) Chicago, Amerika Serikat. Beasiswa non-degree tersebut diraih dengan usaha yang tidak sederhana.

 “Saya mendapat informasi program beasiswa ini melalui akun resmi Kemenag. Proses seleksi telah saya ikuti, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga saya dinyatakan lolos dalam proses seleksi tersebut,” katanya.

American Islamic College atau AIC merupakan universitas Islam swasta di Chicago yang menawarkan gelar sarjana dan magister. AIC adalah lembaga pendidikan tinggi Islam independen pertama di Amerika Utara yang terfokus pada gelar dalam studi Islam dan pelatihan kepemimpinan agama.

Bacharuddin menjelaskan, program beasiswa pendidikan tersebut bukan program kuliah lanjutan. Sebaliknya, itu merupakan short course atau pelatihan khusus yang disebut dengan Micro Credential. Yaitu, sertifikasi yang diberikan untuk menunjukkan penguasaan keterampilan atau pengetahuan dalam bidang tertentu.

Dalam program ini, Bacharuddin memilih fokus pada Islamic studies moderasi beragama. Alasannya, perguruan tinggi tersebut berdiri di daerah dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Amerika Serikat.

“Chicago ini merupakan salah satu kota dengan penduduk muslim terbesar. Makanya, Chicago dipilih Kemenag sebagai tempat untuk belajar dan menggali keilmuan tentang Islam. Bagaimana Islam bisa tumbuh dan berkembang pesat di negara tersebut,” jelasnya.

Pria kelahiran 11 April 1993 ini mengaku memiliki banyak pengalaman selama mengikuti program tersebut. Sebab,  dia memiliki akses untuk berkunjung ke berbagai tempat ibadah dan tempat bersejarah untuk menggali informasi sejarah pertumbuhan dan perkembangan Islam di Amerika.

Namun, peluang dan pengalaman ini hanya bisa dirasakan jika memiliki komitmen dan keseriusan dalam belajar.

Baca Juga: Duo Perempuan Blitar Sukses lewat Cosplay, Jadi Ajang Belajar Seni Tata Rias dan Kostum

Bacharuddin menyebut beberapa hal harus diperhatikan apabila hendak mengikuti program beasiswa serupa. Paling tidak, kemampuan berbahasa asing atau TOEFL.

“Amati dengan cermat program yang akan diikuti dan persiapkan kelengkapan berkas, serta ikuti proses seleksi dengan baik,” tegas alumnus Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, tersebut.

Khusus kepada kader IPNU-IPPNU, sambung dia, dia berpesan agar tidak meninggalkan kewajiban meningkatkan kemampuan akademik. Aktif dalam berorganisasi tidak boleh menjadi alasan malas belajar dan mengasah potensi diri.

“Gunakan kesempatan dan peluang yang ada sebaik mungkin sembari diimbangi belajar yang giat. Jadi, aktif di organisasi juga harus diimbangi dengan prestasi yang gemilang,” tandasnya. (*/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#aic #Kecamatan Gandusari #beasiswa #lpdp