Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Dekat dengan Nasya Fazzira Alawiyah, Duta Wisata Kota Blitar yang Angkat Potensi Daerah Lewat Seni Peran

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 21 November 2024 | 19:00 WIB
SEMANGAT MUDA: Nasya Fazzira Alawiyah, jebolan Kangmas-Diajeng Kota Blitar yang getol promosikan potensi daerah hingga level internasional.
SEMANGAT MUDA: Nasya Fazzira Alawiyah, jebolan Kangmas-Diajeng Kota Blitar yang getol promosikan potensi daerah hingga level internasional.

BLITAR - Tak banyak anak muda yang aktif mempromosikan wisata lokal seperti Nasya Fazzira Alawiyah, warga Desa Slorok, Kecamatan Garum ini.

Melalui Kangmas-Diajeng, dia mempromosikan potensi daerah lewat media sosial dan seni demi dikenal secara luas di masyarakat.

Nasya, sapaan akrabnya, memiliki perjalanan inspiratif dalam memperkenalkan potensi wisata Kota Blitar. Awalnya, dia mengikuti ajang Duta Wisata Kota Blitar karena rekomendasi kampusnya.

“Kampus menilai saya berpotensi sejak PKKMB, sehingga mereka mengirimkan saya ke ajang ini. Jadi Kangmas-Diajeng itu merupakan ajang pageant pertama kali,” ungkapnya.

Meski bukan keinginan awal, Nasya terinspirasi setelah riset dan mengenal kekayaan wisata Blitar.

Dari lebih 100 peserta, dia berhasil menjadi finalis. Pada malam pemilihan, dia menampilkan monolog, mencerminkan kecintaannya pada seni peran.

“Saya suka berakting, jadi memilih monolog untuk tampil solo, dan alhamdulillah penampilan saya mendapat apresiasi yang semakin membangun rasa percaya diri. Setelah ajang itu, saya mengikuti Duta Literasi Keuangan OJK di Malang, tapi hanya sampai semifinal,” bebernya.

Pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus berkembang. Nasya menargetkan dalam waktu dekat bisa mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Timur. Sebagai anggota Kangmas-Diajeng Kota Blitar, dia aktif mempromosikan potensi lokal.

“Kami sudah melakukan live untuk mengenalkan kuliner Blitar dan akan membuat podcast tentang wisata dan ekonomi kreatif. Untuk Kangmas-Diajeng kelurahan, saya bertanggung jawab di Kelurahan Karangtengah dan Klampok, berfokus pada pengembangan wisata melalui media sosial. Jadi, sasaran kami tak hanya yang sudah terkenal, melainkan dari tingkat kelurahan,” jelasnya.

Menurut Nasya, Blitar memiliki banyak daya tarik, seperti Blitar Ethnic National (BEN) Carnival yang baru-baru ini masuk nominasi Kharisma Event Nusantara (KEN). Dia berharap event ini makin dikenal hingga ke mancanegara.

Selain aktif di dunia pariwisata, Nasya juga menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa STIEKEN Blitar.

Namun, membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan kegiatan duta wisata tentu tidak mudah.

“Manajemen waktu saya belum maksimal, tapi saya berusaha menjadwalkan dengan skala prioritas. Dengan begitu, saya bisa tetap produktif dalam berbagai kegiatan,” tegasnya.

Nasya yakin generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan potensi daerahnya.

Dengan kreativitas dan teknologi, dia optimistis wisata Blitar bisa bersaing hingga ke level internasional. Semangatnya menjadi bukti nyata kontribusi pemuda untuk kemajuan daerah.  

"Generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengenalkan potensi daerah. Dengan kreativitas dan teknologi, saya optimistis wisata Blitar bisa dikenal hingga tingkat internasional," katanya. (*/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#anak muda #Kecamatan Garum #duta wisata #Kangmas Diajeng #pkkmb #Kota Blitar