BLITAR - Dunia make-up kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup Intan Mamuel Cristiani.
Ya, Perempuan asal Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo ini membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian bisa mengantar seseorang mencapai mimpi-mimpi yang diinginkan.
Perjalanan Intan di dunia make-up dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah, tepatnya saat menempuh pendidikan di SMKN 3 Kota Blitar jurusan kecantikan.
"Saya sudah tertarik dengan make-up sejak lama, bahkan sebelum masuk SMK. Ketika memilih jurusan kecantikan, itu seperti menjadi titik awal saya lebih serius mendalami bidang ini," kenang Intan.
Tidak hanya belajar di sekolah, Intan juga berinisiatif mengambil side job sebagai make-up artist (MUA) untuk menambah pengalaman. Namun, keputusan itu datang dengan tantangannya sendiri.
Setiap hari, Intan harus bangun lebih pagi untuk melayani klien yang membutuhkan jasa make-up.
Dia bahkan sering kali berangkat subuh sambil mengenakan seragam sekolah, karena harus langsung menuju kelas setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Kadang capek banget, ngantuk di sekolah itu sudah biasa. Tapi saya tetap jalani, karena saya punya mimpi besar membuka galeri make-up sekaligus penyewaan pakaian pengantin dan berbagai jenis pakaian lainnya," ungkapnya dengan semangat.
Dalam perjalanannya menekuni dunia make-up, Intan tidak hanya belajar teknik, tetapi juga menghadapi berbagai jenis klien dengan permintaan yang beragam.
Salah satu tren yang sedang populer saat ini, menurut Intan, adalah barbie look, sebuah gaya make-up yang menonjolkan kesan imut dengan blush on di hidung dan tampilan mata yang terlihat lebih sipit.
Namun, tak jarang dia juga sering kali bertemu dengan klien yang memiliki permintaan nyeleneh atau unik.
Baca Juga: Menelisik Relief Anyar di Museum PETA Blitar, Narasi, Abadikan Pahlawan Perjuangan
"Kalau ada klien dengan request yang aneh-aneh, kuncinya harus sabar. Selama itu masih memungkinkan, saya turuti apa yang mereka mau. Kepuasan klien itu nomor satu," katanya.
Untuk menjadi seorang MUA yang andal, Intan percaya bahwa proses belajar adalah kunci. Dia mengingatkan kepada siapa pun yang ingin terjun di dunia make-up untuk tidak ragu belajar dari berbagai sumber.
"Sekarang ini sudah banyak lembaga pelatihan kerja (LPK) yang mengadakan pelatihan gratis. Kalau tidak sempat ikut pelatihan formal, bisa belajar otodidak dari YouTube. Yang penting kemauan dan tekadnya kuat," sarannya.
Perjalanan Intan mengajarkan bahwa menjadi seorang profesional di dunia make-up membutuhkan lebih dari sekadar keahlian teknis.
Kemampuan membagi waktu, bersikap sabar, dan terus beradaptasi dengan tren adalah faktor penting yang turut menunjang kesuksesan.
Meskipun ia masih dalam proses menuju impian besarnya, semangat Intan tidak pernah surut.
Di masa depan, Intan bercita-cita membuka galeri make-up yang tidak hanya menyediakan layanan rias wajah, tetapi juga penyewaan pakaian pengantin dan berbagai kostum lainnya.
Ia ingin galeri ini menjadi pusat layanan kecantikan yang lengkap dan menjadi simbol dari perjalanan panjangnya di dunia make-up.
"Saya ingin membuktikan bahwa kerja keras itu tidak pernah mengkhianati hasil. Saya berharap galeri make-up yang saya impikan nanti bisa menjadi inspirasi untuk anak muda lainnya, terutama yang sedang memulai karier di bidang serupa," pungkasnya. (ham/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila