Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tips Perawatan Anggrek di Musim Penghujan, Atur Media Tanam, Penataan, hingga Pemupukan Rutin

Muhamad Ilham Baha’udin • Minggu, 8 Desember 2024 | 14:00 WIB
ASRI: Suwito sedang menata beraneka tanaman anggrek di green house miliknya.
ASRI: Suwito sedang menata beraneka tanaman anggrek di green house miliknya.

BLITAR - Musim penghujan sering kali menjadi tantangan bagi para pembudi daya anggrek.

Kelembapan tinggi dan curah hujan yang berlebihan bisa memicu pertumbuhan jamur, membusuknya akar, hingga serangan hama.

Untuk menjaga anggrek tetap sehat dan berbunga indah, pembudi daya anggrek asal Kota Blitar, Suwito Edy Purnomo, membagikan tips perawatan khusus yang dapat diterapkan.

LANGKAH pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan pot anggrek memiliki lubang drainase yang cukup.

Air yang menggenang di media tanam dapat menyebabkan akar membusuk.

“Gunakan media tanam yang cepat kering, seperti serutan kayu, biji pinus, arang, atau potongan pakis. Ini membantu mencegah kelebihan air di sekitar akar,” ujar Suwito, sapaan akrabnya.

Air hujan yang terus-menerus mengguyur dapat merusak daun dan bunga anggrek.

Suwito menyarankan untuk memindahkan tanaman ke tempat yang teduh, seperti bawah atap transparan atau rumah kaca sederhana.

“Jika tidak memiliki rumah kaca, gunakan paranet untuk melindungi anggrek dari terpaan hujan langsung, namun tetap memastikan sirkulasi udara baik,” jelasnya.

Musim hujan cenderung meningkatkan kelembapan udara yang bisa memicu pertumbuhan jamur. Dia menyarankan untuk menjaga jarak antar pot agar sirkulasi udara tetap optimal.

“Jangan terlalu rapat menata anggrek. Selain itu, pastikan lokasi tanaman memiliki aliran udara yang cukup untuk mencegah penyakit jamur,” tambahnya. 

Daun yang mulai menguning atau ada tanda serangan jamur harus segera dipangkas untuk mencegah terjadinya penyebaran. 

“Gunakan alat pemangkas yang steril, lalu oleskan fungisida atau antiseptik pada bekas luka potongan agar tidak infeksi,” tandasnya.

Musim penghujan sering kali membawa ancaman hama dan penyakit. Suwito merekomendasikan penggunaan fungisida dan insektisida secara berkala, terutama setelah hujan deras.

“Semprotkan fungisida sesuai dosis untuk mencegah pertumbuhan jamur. Jika ada serangan hama seperti kutu atau tungau, gunakan insektisida agar hama tidak merusak tanaman,” sarannya.

Karena kelembapan udara tinggi, anggrek biasanya membutuhkan lebih sedikit air selama musim hujan.

Dia juga mengingatkan pentingnya pemberian pupuk untuk memastikan anggrek tetap kuat menghadapi musim hujan.

“Gunakan pupuk untuk mendukung pertumbuhan akar yang sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Dengan perawatan yang tepat, anggrek Anda tidak hanya akan bertahan di musim penghujan, tetapi juga tetap berbunga indah sepanjang tahun,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#perawatan #musim penghujan #anggrek #tips