BLITAR - Sejak kecil, Helda, atau akrab dengan nama panggung Akiara, sudah menyukai anime. Tetapi, minatnya semakin besar saat duduk di kelas dua SMP.
Pada 2018, dia memulai langkah di dunia cosplay dengan membuat kostum sendiri. Kostum pertama yang ditampilkan adalah karakter dari Owari no Seraph.
Namun, debutnya tidak mulus. Kostum low budget buatannya mendapat kritik tajam di media sosial karena dianggap tidak rapi. Alih-alih terpuruk, komentar pedas itu menjadi motivasi.
“Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa membuat sesuatu yang lebih baik. Sehingga, lulus SMP langsung kursus menjahit,” kenangnya.
Event pertamanya adalah di Kediri bersama komunitas Wotaku Eternity. Di sana, dia menemukan bahwa cosplay bukan hanya soal kostum, melainkan juga seni dan komunitas.
Kostum pertama yang sukses digarap adalah seragam Mitsuha Miyamizu dari serial Kimi no Na Wa.
“Awalnya cuma iseng ikut event bareng teman. Tapi sejak itu, aku merasa inilah duniaku,” ungkapnya.
Meski belum menghasilkan, Akiara tetap semangat mengikuti berbagai event cosplay untuk bersenang-senang dan membangun koneksi.
Perjalanan Akiara tidak selalu berjalan mulus. Dalam sebuah karnaval di lingkungannya, dia diundang sebagai maskot, tetapi justru ditempatkan di belakang dan mendapat cibiran. Namun, dia tidak membiarkan hal itu memadamkan semangatnya.
Salah satu momen yang mengesankan terjadi di event Blitar Djadoel 2023. Akiara tampil mengenakan kebaya dengan wig berwarna-warni.
“Ada yang bilang ‘macak opo ngonowi?’ Tapi aku santai saja. Justru Disbudpar Blitar mengapresiasi dan mengajakku berbincang,” ceritanya.
Akiara kini mengelola bisnis persewaan kostum yang berkembang pesat. Dalam sebulan, terutama saat musim event, pendapatannya bisa mencapai dua digit.
Selain itu, dia mulai menjual merchandise seperti baju, gantungan kunci, dan photocard.
Pada Desember 2023, dia pertama kali memasarkan merchandise-nya di Kampung Cokelat dan disambut antusias oleh para penggemar.
Titik balik besar dalam kariernya terjadi tahun lalu ketika dia mengunggah konten sinematik cosplayer Agai Miko di Instagram. Video tersebut berhasil FYP dan menarik perhatian.
“Sejak itu, tawaran menjadi guest star mulai berdatangan. Rasanya senang sekali, karena akhirnya bisa menjadikan hobiku ini lebih produktif,” katanya.
Hingga kini, Akiara telah menjadi bintang tamu di lebih dari tujuh event di berbagai kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Tulungagung, dan Madiun.
Sempat tidak melanjutkan pendidikan SMA karena kekhawatiran orang tua, dia mencari cara lain untuk mewujudkan impiannya.
Dia menjual tahu krispi di sekolah dasar untuk menambah modal membeli perlengkapan cosplay.
“Aku belajar bahwa kalau kita punya mimpi, usaha sekecil apa pun tetap berarti,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila