Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Inspiratif Retno Eva Nazila, Guru Muda Lolos PPPK dari Kuota Terbatas Berkat Doa, Zikir, dan Restu Ibu

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Kamis, 12 Desember 2024 | 19:00 WIB
UNGKAP SYUKUR: Retno saat menerima SK ASN di Pendapa Ronggo Hadinegoro beberapa waktu lalu.
UNGKAP SYUKUR: Retno saat menerima SK ASN di Pendapa Ronggo Hadinegoro beberapa waktu lalu.

BLITAR - Retno Eva Nazila, guru muda asal Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, ini baru saja menembus seleksi CPNS 2023 untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di jalur umum.

Kisah perjuangannya menjadi seorang ASN dimulai dari tes CPNS PPPK yang diikutinya dengan penuh keraguan. Karena kuota yang sangat terbatas dengan jumlah pendaftar yang banyak.

"Awalnya saya ragu, karena kuotanya terbatas dan pendaftar cukup banyak. Tapi karena ada kesempatan, saya pun beranikan diri untuk ikut mendaftar," ungkap Retno, saat dihubungi Koran ini.

Keputusan untuk mengikuti tes ini ternyata membawa berkah. Retno berhasil lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke seleksi kompetensi. Namun, di balik keberhasilannya, ada tantangan besar yang harus dihadapi.

Di tengah kesibukannya sebagai guru honorer dan menjaga hafalan Alquran-nya, dia harus mencari cara untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tes CPNS.

Dia tidak mengikuti bimbingan belajar, melainkan belajar mandiri dengan memanfaatkan YouTube, buku, dan try out.

"Saya punya target belajar sehari minimal 30 menit. Harus istiqamah dan fokus menyisihkan waktu untuk belajar ujian CPNS, meskipun kesibukan saya padat," ceritanya.

Menjelang ujian, Retno semakin yakin bahwa selain usaha, doa juga memiliki peran penting dalam kesuksesan. Khususnya, doa seorang ibu bagi anaknya, itu paling makbul dan langsung mengetuk langit.

"Sebanyak 60 persen itu adalah doa kita dan 40 persen adalah usaha. Dari pengalaman ini, soal yang saya kerjakan hampir tidak ada yang sesuai dengan yang saya pelajari. Saya yakin itu semua karena keajaiban doa, terutama doa ibu saya," ujarnya.

Retno mengungkapkan bahwa prinsip hidupnya adalah berusaha semaksimal mungkin, berdoa, lalu menyerahkan hasilnya pada Allah.

Dia berusaha untuk tidak terfokus pada kegagalan atau keberhasilan, melainkan pada ikhtiar dan tawakal.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Hadiri Puncak Hakordia 2024, Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi

"Saya berusaha untuk tidak kecewa ketika gagal dan tidak membayangkan sebuah keberhasilan. Yang ada dipikiran saya hanya ikhtiar dan tawakal, selebihnya saya rida dengan apa pun keputusan Allah SWT," terangnya.

Keajaiban pun terjadi. Retno berhasil meraih peringkat 24 dalam seleksi CPNS di Kabupaten Blitar dari kuota 50 orang untuk posisi guru PAI.

Penempatan dinasnya pun juga membuatnya lebih bersyukur, karena ditempatkan di sekolah induk yang jaraknya hanya sekitar 600 meter dari rumahnya.

"Rencana Allah memang luar biasa, saya tidak menyangka bisa lolos tes. Apa yang lebih membuat saya bersyukur adalah penempatan saya yang sangat dekat dengan rumah," katanya.

Melihat pengalamannya, Retno berbagi tips untuk para calon pelamar CPNS yang sedang berjuang.

"Yang terpenting adalah doa dan usaha. Jangan lupa perbanyak zikir, salat Tahajud, salat Duha, dan tadarus Quran. Usahakan semaksimal mungkin, yakin bahwa Allah selalu melihat usaha kita. Allah tahu yang terbaik untuk kita, apa pun hasilnya adalah yang terbaik," tuturnya.

Dia juga menekankan pentingnya doa restu orang tua, terutama doa ibu, yang menurutnya memiliki kekuatan luar biasa dalam mendukung kesuksesan.

"Tetap semangat untuk teman-teman yang sedang berjuang, semoga keberhasilan dan keberuntungan menyertai kalian. Jangan lupa doa dan usaha yang selalu maksimal," pesan Retno.

Dengan semangat, doa, dan usaha yang maksimal, Retno telah berhasil mencapai tujuannya menjadi ASN muda.

Perjalanan inspiratifnya ini mengingatkan kita semua, bahwa di balik setiap kesuksesan ada ikhtiar dan doa yang harus diperjuangkan. (*/c1/ady)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Guru Pendidikan Agama Islam #seleksi cpns #Kecamatan Nglegok #guru muda #ASN