Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Sony Winarta, Dari Eks Binaragawan ke Pengusaha Bonsai Sukses di Kota Blitar, Begini kisah Inspiratifnya

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 20 Desember 2024 | 21:00 WIB
GELUTI HOBI: Sony Winarta dalam pameran bonsai yang digelar di sisi barat Taman Plaza Museum Peta beberapa waktu lalu.
GELUTI HOBI: Sony Winarta dalam pameran bonsai yang digelar di sisi barat Taman Plaza Museum Peta beberapa waktu lalu.

BLITAR - Pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang mendatangkan cuan. Ini pantas disematkan bagi Sony Winarta atau karib dengan nama panggung Sony Cakra, warga Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, yang malang melintang menekuni dunia bonsai dan beberapa hobi lain hingga kancah nasional.

Suasana pameran bonsai yang digelar di sisi barat Taman Plaza Museum Peta sore itu begitu riuh. Berbagai bonsai dipamerkan, mulai harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Tanaman-tanaman kerdil ini adalah milik Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Blitar.

Tampak sosok pria paro baya dengan senyum ramahnya menyapa kunjungan Koran ini. Iya, dia adalah ketua PPBI Kota Blitar, Sony Winarta, sosok yang tak lepas dari dunia hobi. Mulai dari binaraga, burung kicau, hingga bonsai, semuanya dijalani dengan konsistensi dan keseriusan.

“Kalau hobi benar-benar ditekuni secara maksimal, pasti ada hasilnya. Alhamdulillah, apa yang awalnya hobi bisa menjadi pekerjaan. Mata pencaharian yang kita geluti harus mencapai titik maksimal,” ujar pria yang akrab disapa Sony Cakra ini.

Sejak 2001, dia yang memiliki hobi burung kicau ini kerap mengikuti perlombaan sebagai peserta.

Lambat laun, dia beranjak menjadi juri profesional yang sering diundang ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan dan Bali.

“Iya, dulu awalnya juga hanya menjadi peserta lomba burung kicau. Kemudian, saya mengikuti diklat untuk menjadi juri untuk perlombaan burung kicau,” jelasnya.

Selain menekuni dunia burung kicau, dia juga pernah menjadi atlet binaraga selama tujuh tahun.

Setelah itu, dia beralih menjadi trainer alias instruktur gym dan binaraga. Baginya tidak ada kata terlambat dalam berolahraga. Terpenting ada niat, kemauan, dan konsistensi.

“Saya menjadi binaragawan itu tidak pada usia sangat muda juga, terpenting niat, kemauan, dan konsistensi. Pada 2007 itu saya konsisten ikut berbagai ajang binaraga dan body contest, mulai dari tingkat lokal hingga nasional, tak jarang membawa pulang gelar juara,” bebernya.

Baca Juga: Semarak Natal ala Andris Prasetyo: Pohon Unik dari Kardus dan Karton, Hanya Butuh 30 Menit!

Saat ini, dia menjadi trainer di Winner Gym, membimbing anak-anak muda yang bercita-cita menjadi atlet binaraga dan peserta body contest.

Tentu, dia banyak berharap generasi muda dari Blitar menjadi atlet binaraga dan mampu mengharumkan nama Blitar.

Sementara itu, kecintaannya pada bonsai tumbuh sejak pandemi Covid-19 karena tidak ada aktivitas lalu mulai menggeluti tanaman kerdil ini.

Bermodal belajar secara otodidak melalui YouTube dan bertanya kepada teman, Sony kini dipercaya memimpin PPBI Kota Blitar.

“Target saya ke depan adalah memajukan para petani dan penghobi bonsai di Kota Blitar. Kami ingin membuat event bertaraf nasional agar bonsai di Kota Blitar semakin dikenal,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bonsai #Kecamatan Sananwetan #Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia #Kota Blitar #lomba nasional