BLITAR - Tidak banyak seniman yang memiliki keterampilan melukis karakter. Namun, perempuan asal Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, ini mampu menekuni pekerjaan yang terbilang langka di Bumi Bung Karno.
Dialah Radi Unique, yang telah menemukan jati dirinya melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan sebagai pelukis karakter horor.
Radi kini dikenal sebagai seniman unik yang menggabungkan make-up realis dan seni lukis untuk menciptakan karya-karya memukau.
Bahkan dari keterampilannya ini, jasanya telah dipakai di film lokal dan fotografer yang sering memakai model foto.
“Saya pertama kali mencoba membuat konten make-up cantik di TikTok. Namun, hasilnya dirasa kurang cocok dan justru terlihat norak. Dari situ, saya mencoba make-up realis dengan tema berdarah-darah, yang ternyata lebih menarik,” ujar Radi.
Semua itu berawal dari kegabutan, keisengan, dan lantas tertarik, hingga terciptalah karya tersebut.
Setelah diposting di media sosial (medsos), ternyata konten karya Radi banyak yang menyukai.
Sayangnya, membuat konten di medsos tersebut harus berhenti karena ia mengalami masalah pada akunnya.
Akhirnya, kini Radi beralih membuat konten lukisan karakter di Instagram. Dia bersyukur karena tetap mendapat respons baik dari warganet.
Radi mulai fokus melukis karakter pada 2021. Dia mendapatkan banyak perhatian, termasuk dari fotografer yang memintanya menciptakan lukisan horor untuk acara pemotretan model.
Pengalaman tersebut membuka pintu baru baginya dan berhasil mendapat tawaran untuk membantu make-up artis dalam pembuatan film di Jogjakarta. Hal itu semakin menambah pengalaman dan memperluas jaringan.
“Salah satu pengalaman berkesan saya ketika menerima proyek pertama berupa membuat body painting dengan melukis nama seseorang di tubuh saya sendiri. Lalu mengirim hasilnya kepada yang memesan. Saat itu, saya hanya bisa membuat karya dengan virtual,” ungkapnya.
Radi mengaku masih mengalami trauma pascacerai sehingga dia lebih memilih bekerja secara virtual.
Dia takut keluar dan bertemu dengan orang yang tidak dikenal. Kondisi itu berubah ketika Radi mulai kembali ke Kota Blitar pada 2021 lalu.
Setelah kembali dari Blitar, Radi mulai lebih aktif bertemu orang dan bekerja sama dalam berbagai proyek.
Dia juga sempat mengelola warung kopi di Kota Blitar sembari terus membuat konten foto lukisan karakter.
Dia menyadari bahwa minat terhadap make-up horor di Blitar terbilang rendah. Terkecuali pada momen tertentu seperti Halloween dan acara foto model.
Radi menawarkan tarif lukisan karakter mulai Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung pada tingkat kesulitan dan bahan yang digunakan. "Kalau make-up sulit, tarifnya bisa sampai Rp 500.000," katanya.
Namun, Radi tetap optimistis bahwa seni make-up horor memiliki peluang besar untuk terus berkembang, terutama permintaan untuk acara-acara khusus.
Dengan bakat dan dedikasi, Radi Unique berharap karyanya dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh banyak orang.
Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa dari sebuah kegabutan, lahir sebuah karya seni yang memukau. (jar/c1/sub
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila