BLITAR - Memancing bisa menjadi sarana penghilang stres bagi para penghobinya. Namun, tidak jarang kegiatan tersebut justru menambah suasana hati tidak nyaman. Pasalnya, tak ada ikan yang berhasil ditangkap menggunakan kail dan joran tersebut.
Yups, belum ada strategi dan jurus ampuh yang menjamin keberhasilan menangkap ikan dengan cara memancing.
Namun, ada beberapa trik yang bisa digunakan untuk meningkatkan peluang agar memancing lebih menyenangkan.
“Pertama, pastikan piranti yang digunakan sudah tepat. Misalnya, jangan menggunakan joran untuk Udang Galah saat menargetkan Giant Trevally. Mungkin masih bisa naik ikannya, tapi ya rawan patah,” ujar owner Hoki Fising Blitar, Lutfi Fairuz Isa.
Selain piranti pancing, umpan memegang peranan penting dalam memancing. Ada beragam umpan yang dewasa ini bisa menjadi pilihan para angler (sebutan pemancing,Red). Misalnya umpan palsu yang kini banyak diproduksi khusus bagi para pemancing.
“Umpan palsu ini ada banyak jenisnya. Ada yang berbahan plastik, kayu hingga timah dan metal,” terangnya.
Biasanya penggunaan jenis umpan palsu ini juga disesuaikan dengan target ikan. Untuk ikan-ikan permukaan, biasanya umpan palsu berbahan plastik dan kayu yang paling sering digunakan. Itu karena, karakter bahan umpan tersebut akan bertahan di permukaan air.
“Berbeda dengan umpan palsu berbahan timah, karakter metal akan tenggelam ke dasar laut. Sehingga cocok jika targetnya adalah ikan-ikan air dalam,” terangnya.
Karakter ikan laut berbeda-beda. Menurutnya, sebagian pemancing memilih memancing saat malam hari dan mentargetkan ikan-ikan nocturnal atau ikan predator berukuran besar yang aktif saat malam hari.
“Cahaya tidak bisa menembus dasar laut. Karena itu, kadang dibutuhkan umpan yang bisa menyala dalam gelap, utamanya saat malam hari. Tujuannya agar ikan target bisa melihat pergerakan umpan palsu tersebut,” jelasnya.
Umpan palsu ini kuat menahan gigitan ikan. Di beberapa bagian bodinya juga dilengkapi kail tajam sehingga ikan yang tertipu sulit melepaskan diri.
Pemasangan kail ini juga disesuaikan dengan posisi dan jenis umpan buatan. Umpan target ikan permukaan biasanya menggunakan kail jenis tribel hook di bagian perut dan ekor.
Penggunaan tribel hook ini juga berfungsi sebagai pemikat ikan lantaran posisinya dominan dibagian bawah dan menyerupai sirip.
“Kalau untuk umpan palsu dari metal biasanya menggunakan kombinasi. Tribel hook dipasang di bagian ekor, sedangkan double hook dibagian kepala,” terangnya.
Menurutnya, tidak sedikit pemancing yang mengabaikan tribel hook untuk umpan jenis metal. Alasannya karena gerak umpan buatan tersebut cenderung acak. Sehingga kadang leader atau senar pancing menyangkut pada bagian tersebut dan membuat performanya tidak sesuai harapan.
“Peluang menangkap ikan memang lebih besar. Tapi yaitu tadi, tergantung cara memainkan joran atau teknis yang dipakai saat memancing,” terangnya.
Lutfi menambahkan, umpan yang tepat juga belum bisa menjadi jaminan pasti mendapatkan ikan.
Ada waktu-waktu dan spot tertentu yang harus diperhatikan para pemancing. Tidak hanya itu, pasang-surut dan arus air laut juga sangat menentukan hasil tangkapan.
“Memancing itu juga tergantung kepada keberuntungan. Umpan spot dan lainnya sudah ok, eh malah tidak ada yang makan. Sebaliknya, kondisi dan lokasi yang biasanya dianggap tidak mungkin justru ada sambaran. Indahnya memancing memang di sana. Kita hanya bisa meningkatkan peluang dan potensi, tapi takdir dan keberuntungan sudah ada yang menentukan,” jlentrehnya. (hai/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila