BLITAR - Keseteraan gender tergambarkan dalam pengalaman Fera Aman Veronika, warga Kelurahan Kamulan, Kecamatan Talun.
Dia membuktikan diri bahwa perempuan bisa menjadi pembalap motor, bahkan bisa meraih prestasi dan bersaing dengan laki-laki.
Jarang ditemui pembalap motor wanita di tanah air. Namun, di Kabupaten Blitar memiliki Fera Amanda Veronika yang sukses di ajang kebut-kebutan itu.
Bahkan dia mampu bersaing dengan pembalap laki-laki.
Amanda sapaan akrabnya menceritakan, ketika kelas 1 SMP suka melihat sepak bola dengan teman cowok-cowoknya.
Namun, kesukaan menonton bola itu ternyata tak diamini oleh orang tuanya, terutama sang ayah. Alasanya selalu pulang malam.
Pamannya lantas menyarankan Amanda ikut ajang balap motor agar memiliki kegiatan yang bermanfaat sesuai minatnya.
”Saya ditawari berani tidak ikut ajang balap motor daripada main atau nonton bola. Awalnya tidak berani, karena aku cewek. Om ku mencari sekolah balap motor, ternyata ada di Kota Blitar, lokasinya di Sirkuit Sentul dan pelatihnya dari Surabaya. Saya menyetujui saran Om,” tuturnya.
Amanda mengikuti pelatihan balap motor di Sirkuit Sentul selama sebulan. Setelah itu, memberanikan diri untuk ikut race pertama di Ponorogo pada 2019 lalu.
Syukurnya, saat itu Amanda meraih garis finish dengan urutan nomor 5.
Raihan itu cukup baik untuk kelas perempuan yang baru pertama kali ikut ajang balapan
Prestasi itu sekaligus jagi pembuktian diri Amanda kepada orang tuanya sehingga bisa didukung hingga sekarang.
Apalagi saat itu dia bisa bersaing dengan para rider senior, tentu membuat bangga orang tua.
Dalam sebulan, Amanda bisa 4 kali ikut kompetisi balapan.
Paling jauh balapan di Tabalong, Kalimantan Selatan. “Saat itu dalam event Honda Dream Cup,” ungkapnya.
Perempuan 20 tahun ini sekarang aktif jadi pembalap motor.
Terakhir dia balapan di GOR Lembu Peteng, Tulungagunng pada bulan lalu.
Dia ikut dua kelas, yakni kelas laki-laki dan perempuan. Dalam dua kelas itu, penampilan dari Amanda cukup bagus hingga naik podium.
Dalam balapan itu, Amanda dapat membuktikan diri bisa bersaing dengan pembalap laki-laki.
Dengan aksi garangnya membalap satu demi satu pembalap untuk mencapai garis finis.
Hasilnya, dia berhasil meraih urutan 8 dalam menyelesaikan balapan tersebut.
“Sayangnya motor sempat bermasalah padahal sudah nomor 1 saat lap ke 5. Kurang beberapa lap lagi capai finish. Meskipun begitu, bisa capai podium kedua,” kata Amanda.
Setiap balapan, tentu Amanda mengincar kemenangan, karena dunia balapan menjadi hobi yang menghasilkan dan menjadi tambahan pundi rezeki dari keluarganya.
Terbukti Amanda pernah mencapai balapan paling bagus ketika di Kalimantan meraih podium nomor 1 pada 2022 lalu.
Dalam waktu dekat ini, ibu anak satu ini akan balapan di Mandala Krida, Yogyakarta. Tentu targetnya mengincar finis nomor satu.
Namun dia mengeluhkan bahwa akhir-akhir ini ada masalah dengan motornya.
Dia dengan timnya berusaha untuk membuat performa motor dapat lebih baik dari sebelumnya.
“Saya bermimpi ingin mendapatkan juara umum di event one prix yang menyelesaikan ajang balapan di seluruh Indonesia dalam kelas wanita.
Hanya saja tahun ini one prix dipersulit, sehingga tidak ada juara umum di kelas wanita. Selain itu, ingin dapat diperhatikan oleh KONI karena selama ini prestasi saya tidak diapresiasi oleh pemerintah,” tuturnya. (*/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila