BLITAR - Membaca peluang merupakan salah satu hal yang penting bagi orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha. Tak terkecuali Ahrian Festyananda, warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar coffee roaster yang aktif tularkan ilmu cara meracik kopi.
Suasana salah satu kedai kopi yang terletak di area Stadion Soeprijadi sore itu begitu riuh. Hilir mudik orang-orang yang pulang bekerja semakin menambah ramai jalanan. Tak lama, seorang pria dengan senyum ramah menyapa Jawa Pos Radar Blitar. Iya, dia adalah ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Blitar, Ahrian Festyananda.
“Awalnya, saya hanya melihat ini sebagai hobi. Namun, seiring waktu, kebutuhan di industri ini terus berkembang, dan saya merasa perlu menggali lebih dalam,” ungkapnya.
Melihat potensi besar di dunia kopi, Rian -sapaan karibnya- memutuskan untuk serius mengembangkan keahliannya. Pada 2018, dia mengambil sertifikasi barista dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Sertifikasi ini menjadi awal dari kiprah saya sebagai seorang pengajar sekaligus mentor. Pada 2022, saya kembali mengambil sertifikasi sebagai instruktur, diikuti sertifikasi master instruktur pada 2024,” terangnya.
Setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan perusahaan kopi pada 2019, dia fokus pada bisnis roastery dan coffee shop yang didirikan. Dia mengaku kecintaannya pada kopi mengantarkannya sampai ke titik ini.
“Saya tidak pernah menduga bisa sampai di titik ini. Awalnya hanya karyawan biasa. Tapi dari hobi dan kecintaan pada kopi, semuanya berkembang menjadi profesi,” bebernya.
Dia mengaku pengalamannya selama berkecimpung di dunia kopi membawanya bertemu dengan banyak individu berbakat dari berbagai latar belakang. Mulai dari desain, sinematografi, hingga fotografi. Bersama mereka, dia menciptakan berbagai event kopi yang luar biasa di Blitar Raya.
“Lewat kopi, kami menyambung banyak cerita dan menciptakan ikatan yang luar biasa. Meskipun berbeda-beda latar belakang, dari kopi inilah yang menyatukan kami,” tuturnya.
Sebagai Ketua Umum ASKI Blitar Raya, Rian terus mendorong sinergi antara pelaku industri kopi dan berbagai pihak. Dia juga aktif menjadi narasumber dan instruktur dalam program yang digelar oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Perindustrian. “Secara resmi, saya terdaftar di Kementerian Perindustrian sebagai instruktur atau narasumber,” jelasnya.
Tak hanya di Jawa, kiprahnya juga menjangkau luar daerah. Rian pernah mengajar pelatihan di Maluku Tenggara, Sulawesi Utara, hingga Riau. Di Jawa Timur sendiri, hampir semua kota pernah menjadi tempatnya berbagi ilmu tentang kopi. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah