BLITAR - Generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1996 sampai dengan 2012, sebelum generasi millenial dan juga generasi Y. Generasi Z (Gen Z) adalah generasi peralihan dari generasi Y atau milenial.
Generasi Z lahir dan tumbuh bersamaan dengan kemajuan teknologi, sehingga mereka terbiasa memanfaatkan berbagai teknologi tersebut untuk memenuhi dan juga memudahkan kehidupan mereka.
Atas dasar tersebut, mereka cenderung pintar dalam menggunakan teknologi (tech savvy), mudah beradaptasi ke teknologi baru, yang juga dapat menunjang mereka dalam hal pekerjaan. Saat ini, Gen-Z mendominasi pasar tenaga kerja dengan preferensi yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Banyak dari mereka yang lebih memiliki bekerja freelance dari pada bekerja kantoran dengan sistem 9-to-5. Selain itu, mereka juga memanfaatkan platform freelance berbasis teknologi untuk menjangkau klien dari seluruh dunia.
Alasan mereka berbeda-beda, tetapi rata-ratanya karena lebih menyukai pekerjaan yang fleksibel dan bisa dikerjakan di mana saja. Apalagi, semenjak pandemi COVID-19, pekerjaan-pekerjaan dapat dilakukan hanya dari rumah.
Meski dianggap fleksibel, freelance memiliki tantangann tersendiri seperti ketidakpastian penghasilan dan kurangnya fasilitas. Namun, bagi Gen-Z, mereka lebih memilih pekerjaan yang bisa dilakukan di mana saja dan menghargai kebebasan.
Menariknya, lebih dari separuh pekerja freelance Gen Z menjadikan freelance sebagai karier utama mereka dengan bekerja setidaknya 40 jam per minggu. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah melakukannya selama lebih dari dua tahun.
Baca Juga: Membangun Karakter Murid Lewat Pendidikan Bahasa Jawa yang Keren, Ala Guru Gen-Z SMPN 1 Binangun
Data tersebut menunjukkan bahwa generasi termuda ini mulai meninggalkan pola kerja tradisional, yang biasanya berpusat pada satu pemberi kerja dengan jam kerja tetap.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa generasi baru ini melihat karier modern lebih beragam dan dinamis dibandingkan generasi sebelumnya," kata Direktur Upwork Research Institute,Kelly Monahan, seperti dikutip dari SHRM, Senin (13/1).
"Mereka menginginkan kebebasan, kendali, dan otonomi yang memungkinkan mereka memanfaatkan pola kerja baru yang lebih fleksibel dan berdampak pada kinerja serta stabilitas finansial mereka," jelasnya.
Wakil Presiden Strategi Klien HR di Upwork (situs pekerja), Tony Buffum menambahkan, Gen Z memiliki pola pikir yang lebih entrepreneurial dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga: Bergembira Ria di Pilkada Fest 2024 Kota Blitar, Ajang Kreatif Edukasi Pemilih Milenial dan Gen Z
"Ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi lebih mandiri, berkat teknologi yang membuat pekerjaan lebih transparan dan memungkinkan bekerja dari mana saja. Gen Z memahami bagaimana memanfaatkan peluang ini lebih baik daripada generasi sebelumnya," ungkapnya.
Meski pendapatan tetap menjadi faktor penting, motivasi utama Gen Z menjadi freelancer di antaranya fleksibilitas kerja (70%), kemampuan bekerja dari lokasi pilihan mereka (64%), kesempatan mengejar pekerjaan yang sesuai dengan passion (62%), dan kendali lebih besar atas pengembangan karier dan diri (61%).
"Mereka ingin maju dalam karier tanpa harus menaiki tangga karier yang kaku," tambah Buffum. "Generasi berikutnya kemungkinan akan semakin mencari independensi seperti ini," pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah