BLITAR - Tidak semua orang memiliki pekerjaan sesuai hobinya sehingga ringan menjalaninya. Hal itu dilakukan oleh Zahro Muna Lutfia, dara ayu asal Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Meskipun masih muda, dia telah menjalankan tiga usaha. Dari usaha ini, dia bisa mencukupi kebutuhan kuliah.
Dia menjalankan usaha kue, sedangkan dua usaha lain yakni usaha buket bunga dan jasa make-up artist (MUA). Kini ketiganya dijalaninya secara beriringan, meskipun kadang ada jadwal yang bertabrakan hingga membuatnya kelelahan.
“Saya lebih dulu belajar membuat kue. Karena belajar dari ibu yang juga mempunyai usaha kue kering dan basah. Saya mengembangkan untuk membuat kue tar atau cake untuk pesta ulang tahun dan lain-lain,” ujar Lutfia, sapaan akrabnya.
Keterampillan anak pertama dari tiga bersaudara dalam membuat kue ternyata sejak SMP, bahkan hasil produknya dijual ke teman-teman sekolah. Terbukti banyak yang menyukai makanan buatannya. Bahkan jika ada teman yang ulang tahun direkomendasikan untuk memesan kepadanya.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Bocorkan Nama Pengganti untuk UN hingga Rencana Jadwal Pelaksanaan
Sementara untuk buket bunga baru muncul di benaknya ketika masa Covid-19 lalu. Saat itu, ada tawaran untuk membuat hadiah yang identik diserahkan ketika wisuda itu. Bukannya menolak, Lutfia justru menerima pesanan itu hingga berlanjut sampai saat ini dan banyak customer yang berlangganan. Kini, dia juga menerima pesanan seserahan lamaran dan hamper.
Lutfia menyebut bahwa keterampilannya yang terbaru di bidang MUA karena belum ada setahun ditekuninya. Meskipun begitu, dia sudah mengantongi sertifikasi profesi pada pertengahan 2024 lalu.
Hal itu membuatnya lebih percaya diri untuk menjalani usaha ini. Bahkan, dia mendapatkan apresiasi dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pemkab Blitar usai dinilai paling baik ketika menjalani pelatihan. Dia banyak menerima MUA untuk wisuda, pentas, dan lamaran.
“Saya akui memang ambisius dan masih ingin mencoba hal lain untuk menambah pundi-pundi rezeki. Karena saya harus membayar kuliah saya yang tidak sedikit, serta kebutuhan perempuan lainnya,” ungkapnya.
Perempuan 22 tahun ini menganggap bahwa ketiga bidang usahanya ini sudah menjadi bagian dari hobi. Apalagi, semua keterampilannya itu sama-sama mengutamakan hiasan visual tangan yang mudah dilakukan olehnya.
Lutfia mengaku harus pintar-pintar membagi waktu untuk semua usahanya ini. Baginya memang susah untuk manajemen waktu karena pernah dalam beberapa hari menerima pesanan buket dan jasa MUA.
Hal itu membuat Lutfia kerepotan dan kelelahan karena kurangnya waktu tidur demi melayani pelanggannya.
“Saya pernah mengerjakan buket bunga untuk wisuda selama 2 hari 1 malam, lalu keesokan harinya langsung merias 6 anak wisuda. Jadi memang sempat sulit membagi waktu. Namun karena hobi, saya menikmati dan ringan menjalaninya. Alhamdulilah, ketiganya bisa dikerjakan dengan lancar,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah