Mengapa Nastar Identik dengan Lebaran?, Ini Alasan Dibaliknya
Dinda Umuhidayah• Sabtu, 8 Maret 2025 | 02:01 WIB
Kue mungil dengan isian selai nanas ini seolah menjadi simbol kebahagiaan saat merayakan Hari Raya.
BLITAR - Saat Lebaran tiba, salah satu kue yang hampir selalu ada di meja setiap rumah adalah nastar. Kue mungil dengan isian selai nanas ini seolah menjadi simbol kebahagiaan saat merayakan Hari Raya. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa nastar begitu identik dengan Lebaran?
Asal Usul Kue Nastar
Nastar berasal dari pengaruh budaya Belanda di Indonesia. Nama "nastar" sendiri diambil dari bahasa Belanda, yaitu "ananas taart," yang berarti kue tart nanas. Pada zaman dulu, masyarakat Belanda membuat pie nanas, tetapi versi lokalnya kemudian disesuaikan menjadi kue kecil yang lebih praktis untuk disajikan.
Makna Filosofis di Balik Nastar
Lebih dari sekadar camilan lezat, nastar punya makna simbolis. Nanas dalam Bahasa Mandarin disebut "ong lai," yang berarti datangnya keberuntungan atau rezeki. Itulah mengapa nastar sering dijadikan simbol harapan akan kebahagiaan dan kemakmuran, sangat cocok untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Rasa Manis yang Menghangatkan Momen Lebaran
Kombinasi rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas berpadu sempurna dengan adonan kue yang lembut dan lumer di mulut. Kue ini menjadi pilihan favorit karena bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.
Tradisi dan Kebersamaan
Membuat nastar sering menjadi aktivitas yang mempererat kebersamaan keluarga. Mulai dari mengadon, membentuk kue, mengisi selai, hingga memanggangnya, semua proses ini menciptakan momen berharga yang mempererat ikatan antaranggota keluarga.
Kue Wajib di Hampers Lebaran
Tak hanya untuk suguhan tamu, nastar juga jadi pilihan utama untuk hampers Lebaran. Kue ini melambangkan doa baik untuk penerima, sehingga cocok sebagai hadiah untuk sanak saudara, teman, dan kolega.
Jadi, tidak heran kalau nastar selalu hadir saat Lebaran tiba. Lebih dari sekadar kue, nastar adalah simbol manisnya kebersamaan, keberuntungan, dan kebahagiaan yang menyempurnakan momen suci Idulfitri. (*)