BLITAR - Ramadan selalu jadi momen spesial, bukan cuma buat ibadah, tapi juga buat bisnis dadakan. Dari takjil, hampers lebaran, sampai baju koko dan mukena, semuanya laris manis.
Tapi, pertanyaannya, jualan pas Ramadan ini benar-benar menguntungkan atau cuma ikut-ikutan biar gak ketinggalan hype alias fomo?
Kalau dilihat dari tren tahunan, memang Ramadan selalu bikin daya beli masyarakat meningkat. Orang-orang lebih royal buat belanja makanan berbuka, kebutuhan ibadah, sampai persiapan Lebaran. Ini yang bikin peluang bisnis makin terbuka lebar.
Ditambah lagi, dengan strategi pemasaran yang tepat, jualan dadakan bisa jadi ladang cuan yang lumayan gede.
Tapi, tak sedikit juga yang cuma sekadar ikut-ikutan. Melihat teman sukses jualan takjil atau hampers, langsung kepikiran buat ikutan tanpa riset pasar yang jelas. Alhasil, tidak siap stok, kurang promosi, dan akhirnya dagangan tak laku.
Apalagi, persaingan makin ketat karena hampir semua orang punya mindset “mumpung Ramadan, jualan aja.
Biar tidak cuma jadi korban fomo, kuncinya ada di strategi. Pilih produk yang benar-benar dibutuhkan orang, atur modal dengan bijak, dan manfaatkan media sosial buat promosi. Jangan asal jualan tanpa persiapan matang, karena kalau tidak laku, bisa-bisa malah boncos alias rugi. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah