BLITAR - Pernah nggak sih, baru beberapa jam puasa, tenggorokan udah kering banget dan rasanya pengin minum terus? Bisa jadi itu karena makanan yang kamu konsumsi pas sahur.
Tidak semua makanan cocok buat dikonsumsi sebelum puasa, apalagi kalau bikin tubuh cepat kehilangan cairan. Nah, biar puasamu tetap lancar tanpa drama haus berlebihan, hindari makanan-makanan ini:
1. Makanan Asin & Berbumbu tajam
Makan ikan asin, keripik, atau sambal pedas memang menggugah selera, tapi hati-hati! Kandungan garam yang tinggi bisa bikin tubuh cepat dehidrasi.
Garam menyerap cairan dalam tubuh, jadi jangan heran kalau setelah sahur malah jadi gampang haus sepanjang hari.
2. Gorengan & Makanan Berminyak
Gorengan memang menggoda, apalagi pas sahur atau berbuka. Tapi, makanan berminyak bisa bikin tenggorokan kering dan meningkatkan rasa haus.
Selain itu, lemak jenuh dalam gorengan juga bisa bikin perut jadi nggak nyaman dan pencernaan terganggu. Jadi, mending pilih makanan yang lebih sehat.
3. Makanan Manis Berlebihan
Minuman kemasan, kue-kue manis, atau sirup segar memang menggoda buat sahur, tapi konsumsi gula berlebihan malah bikin tubuh cepat lelah dan haus. Gula bikin lonjakan energi sesaat, tapi setelahnya bikin tubuh lemas dan dehidrasi. Kalau mau yang manis, lebih baik pilih buah-buahan segar.
4. Makanan Pedas
Buat pecinta pedas, ini mungkin susah ditolak. Tapi, makanan pedas bisa bikin tenggorokan cepat kering dan menyebabkan produksi asam lambung meningkat.
Efeknya, Puasamu jadi terasa lebih berat karena rasa haus yang nggak tertahankan.
5. Kafein (Kopi & Teh)
Kopi atau teh mungkin jadi andalan buat melek saat sahur, tapi sayangnya minuman berkafein punya efek diuretik, alias bikin tubuh lebih sering buang air kecil.
Akibatnya, cairan dalam tubuh cepat berkurang dan kamu jadi lebih cepat haus.
Jadi, kalau gak mau tersiksa sepanjang hari karena haus, coba hindari makanan-makanan di atas saat sahur. Ganti dengan makanan tinggi serat dan protein yang bisa menjaga kadar cairan dalam tubuh lebih lama. Puasa tetap lancar, badan tetap segar. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah