BLITAR - Menanti waktu berbuka puasa sering kali terasa lama. Namun, tak perlu bingung mencari kegiatan bermanfaat. Salah satu aktivitas yang kini kian digemari adalah merajut. Tak hanya mengusir jenuh, merajut juga bisa menjadi ladang kreativitas dan peluang usaha kecil-kecilan.
Salah seorang perajin rajutan asal Kota Blitar, Wiwik Narwati, mengungkapkan bahwa merajut bukan sekadar hobi. Pasalnya, merajut memiliki banyak manfaat, terutama saat menjalani puasa Ramadan.
"Banyak yang nggak sadar, merajut itu bisa bikin rileks. Gerakan tangan yang berulang membantu pikiran tetap fokus dan tenang. Cocok untuk isi waktu ngabuburit," katanya, Minggu (16/3/2025).
Tak hanya itu, merajut juga bisa melatih kesabaran. Prosesnya yang detail membuat siapa pun yang melakukannya belajar untuk lebih teliti. "Kadang kalau salah sedikit harus bongkar lagi. Tapi justru dari situ kita belajar lebih sabar dan telaten," tambahnya.
Dia membeberkan tips merajut bagi pemula yang ingin mencoba merajut sebagai kegiatan ngabuburit, yakni mulai dari memilih benang dan jarum yang tepat, dan gunakan benang dengan tekstur lembut dan jarum rajut berukuran sedang agar lebih mudah digunakan.
Kemudian memulai dari pola sederhana serta menikmati prosesnya agar hasil rajutan rapi. Selain itu, bergabung dengan komunitas atau mengikuti kelas rajut juga dapat meningkatkan motivasi dan memperbanyak teknik yang dapat diperlajari.
"Jangan langsung coba pola rumit. Mulai dari yang dasar dulu, seperti rantai atau rajutan sederhana. Nanti lama-lama jadi terbiasa," sarannya.
Merajut tak hanya bisa menjadi pengisi waktu, tetapi juga menghasilkan karya bernilai. Beberapa ide rajutan bertema Ramadan yang bisa dicoba di antaranya sarung gelas atau teko dengan motif Islami, tas kecil untuk membawa perlengkapan ibadah, taplak meja atau hiasan dinding bernuansa Ramadan, hingga gantungan kunci rajut sebagai suvenir Lebaran.
"Selain jadi hiburan, hasil rajutan juga bisa dijual. Jadi, ngabuburit-nya nggak cuma seru, tapi juga bisa menambah penghasilan," katanya sambil tersenyum. (ham/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah