BLITAR - Idul Fitri selalu identik dengan kebersamaan, kebahagiaan, dan sajian istimewa yang menggugah selera. Di antara berbagai hidangan khas Lebaran, kue nastar menjadi salah satu kue kering yang paling dinantikan.
Dengan teksturnya yang lembut serta isian selai nanas yang manis dan sedikit masam, nastar menghadirkan sensasi rasa yang selalu melekat di hati setiap penikmatnya.
Salah satu produsen nastar di Blitar, Siti Masitoh mengungkapkan nastar dengan bentuknya yang mungil dan cita rasanya yang khas, sering kali menjadi simbol kehangatan dan keramahan. “Tak heran jika hampir setiap rumah menyajikan kue ini di meja tamu sebagai bagian dari tradisi Lebaran,” jelasnya, Minggu (23/3/2025).
Dia melanjutkan, nastar juga memiliki makna filosofis dalam perayaan Idul Fitri. Selai nanas yang manis dan sedikit asam melambangkan perjalanan hidup yang penuh warna ada suka, ada duka, tetapi semuanya menyatu dalam harmoni yang sempurna.
“Bentuknya yang bulat juga melambangkan kebersamaan dan kesempurnaan dalam silaturahmi,” bebernya.
Pembuatan nastar sendiri tak terlalu rumit, namun perlu ketekunan ekstra dalam setiap tahapannya. Mulai dari mencampur adonan, menggulung bola-bola kecil, hingga memanggangnya dalam oven.
“Banyak keluarga yang memilih untuk membuat nastar sendiri menjelang Lebaran. Selain lebih higienis, membuat nastar bersama keluarga juga menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan,” katanya.
Dia memberikan tips agar nastar yang dibuat semakin nikmat, yakni dengan menggunakan bahan berkualitas. Dengan pemilihan mentega premium dan telur segar, tekstur nastar yang dihasilkan lebih lembut. “Masak selai nanas hingga benar-benar kering agar isiannya tidak membuat nastar menjadi lembek atau mudah bocor,” tandasnya.
Kemudian, jangan menguleni adonan terlalu lama, cukup aduk hingga rata agar nastar tetap lumer di mulut. Oleskan kuning telur dua kali sehingga akan memberikan warna keemasan yang menggoda dan tampilan yang lebih cantik.
“Panggang dengan suhu yang tepat agar nastar matang sempurna tanpa retak,” pungkasnya. (ham/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah