Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Akrab dengan Perempuan Muda Pegiat Olahraga Pound Fit asal Blitar Ini, Tertarik Gabung

Muhamad Ilham Baha’udin • Sabtu, 29 Maret 2025 | 18:00 WIB

Baca Juga: Tak Dibelikan Arak, Remaja di Blitar Dikeroyok 3 Anggota Perguruan Silat

Dwi Fiktia saat mengisi acara Pound Fit beberapa waktu lalu.
Dwi Fiktia saat mengisi acara Pound Fit beberapa waktu lalu.

BLITAR - Bagi Dwi Fiktia, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan.

Baginya, olahraga harus menyenangkan, penuh energi, dan pastinya seru. Itulah alasan utama mengapa dia jatuh cinta pada pound fit, olahraga kardio yang menggabungkan gerakan senam, musik berirama, dan ketukan stik drum mini bernama ripstix. 

“Aku sudah ikut pound fit sekitar setahun lalu, pas pertama kali olahraga ini masuk ke Blitar,” ungkapnya. 

Awalnya, komunitas Pound Fit di Blitar masih mengandalkan instruktur dari luar kota. Namun, seiring waktu, olahraga ini semakin dikenal dan mulai berkembang. Saat ini, Blitar sudah memiliki dua instruktur berlisensi yang disebut Pound Pro, yaitu Pro Naya dan Pro Mutiq.

Sementara itu, Dwi sendiri masih berstatus sebagai Pound Posse, sebutan bagi peserta reguler. 

"Aku sih cuma peserta, belum jadi instruktur. Tapi olahraga ini memang asik banget. Musiknya seru, gerakannya menyenangkan, dan yang paling penting, nggak terasa kayak olahraga berat," tambahnya. 

Bagi pemula, pound fit mungkin terdengar seperti latihan biasa. Namun, jangan salah, Di balik keseruannya, olahraga ini tetap menuntut stamina dan kekuatan otot. 

“Awal pertama kali ikut pound fit, pasti badan sakit semua, Itu namanya DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness), pegal-pegal setelah olahraga. Tapi kalau mau nggak pegal, ya harus rutin latihan, minimal seminggu dua kali," jelas perempuan yang akrab disapa Dwi ini. 

DOMS sendiri merupakan kondisi yang umum terjadi setelah latihan dengan intensitas tinggi atau gerakan yang belum biasa dilakukan tubuh. Untuk itu, perlu konsistensi agar tubuh dapat mengimbangi kegiatan olahraga ini. 

“Nggak ada tips khusus sih, yang penting rutin aja. Lama-lama tubuh bakal terbiasa dan malah ketagihan,” bebernya.

Bagi Dwi, pound fit bukan sekadar cara membakar kalori atau menjaga kebugaran. Lebih dari itu, olahraga ini memberinya semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

“Yang bikin aku tertarik itu karena pound fit beda dari olahraga lain. Ada musiknya, ada ritmenya, terus gerakannya juga kayak main drum pakai Ripstix. Jadi nggak bosenin,” ujarnya. 

Selain menyenangkan, pound fit juga menghadirkan komunitas yang solid. Para peserta sering berlatih bersama, berbagi pengalaman, dan saling menyemangati. 

“Di komunitas ini, kita bisa olahraga sambil bersenang-senang. Capek sih, tapi happy! Pokoknya kalau belum coba, harus cobain deh,” pungkasnya. (ham/ady) 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Pegiat #blitar #Olahraga #Dwi Fiktia #Kecamatan Garum #perempuan muda #pound fit