BLITAR - Tak Mudah, Latih Nada dari Not Dasar
Mengajari anak-anak di taman kanak-kanak (TK) bermain alat musik bukan perkara mudah. Apalagi jika alat yang dimainkan bukan alat yang biasa mereka jumpai sehari-hari. Namun, tantangan itu justru menjadi rutinitas bagi Khamisatul Fauziah, warga Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, pengajar drum band.
Perempuan yang akrab disapa Isha itu sudah sejak 2019 melatih anak-anak TK bermain drum band. Dia mengenalkan beragam instrumen seperti simbal, snare drum, gitapati, color guard, hingga mayoret, kepada bocah-bocah berusia 5–6 tahun.
“Kalau sekarang masih libur, terakhir saya melatih Agustus tahun lalu. Untuk persiapan Agustusan tahun ini belum dimulai, karena anak-anak masih sulit dikenalkan ke alat drum band,” kata Isha, Sabtu (3/5/2025).
Menurut dia, anak-anak TK masih dalam masa adaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga belum siap menerima materi pelatihan drum band secara maksimal. Biasanya latihan digelar rutin dua kali seminggu.
Namun, intensitas bisa bertambah jika semakin mendekati Agustus atau undangan tampil dari pihak luar.
Tantangan terbesar dalam melatih anak TK, menurut Isha, adalah pengenalan tempo dan nada. Anak-anak belum bisa memahami irama dengan baik, bahkan untuk menghafal notasi dasar seperti “do-re-mi” pun butuh waktu yang cukup lama.
“Apalagi untuk yang jadi gitapati atau color guard itu butuh koordinasi dan keselarasan. Tidak bisa langsung jadi,” ungkap perempuan 23 tahun itu.
Beruntung, Isha tidak melatih sendirian. Dia dibantu dua temannya sehingga masing-masing bisa fokus pada personel berbeda. Ada yang khusus menangani perkusi, bellyra, hingga barisan color guard. Tiap pasukan biasanya terdiri dari lima hingga enam anak.
Ketertarikan Isha pada dunia drum band sudah tumbuh sejak duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI). Meski sempat vakum saat MTs, kecintaannya kembali saat MA karena tergabung dalam ekstrakurikuler drum band.
“Memang harus sabar menghadapi anak-anak TK. Tapi, saya senang karena mereka lucu dan semangat. Rasa lelah hilang waktu lihat mereka tampil drum band dengan percaya diri, meskipun kerap ada beberapa kesalahan saat tampil,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah