BLITAR - Halaman luas dengan berbagai mobil tua terpajang berjejer. Sebagian benda tersebut dalam kondisi utuh dan lainnya sudah tidak berbentuk.
Saat masuk lebih dalam, suara bising mesin bubut dan gerinda untuk poles cat mobil terdengar. Sejumlah pekerja tampak mengerjakan masing-masing alat yang tersedia.
Di antara para pekerja, ada satu sosok pria paruh baya yang masih kuat bekerja dengan peralatan besi-besi itu. Ya, dia adalah Slamet Hartono, pemilik bengkel reparasi mobil tua di Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro.
Saat ditemui dia tampak santai menggunakan kaus dan celana pendek, serta memakai topi. “Ini lagi melakukan reparasi untuk Katana. Silakan duduk kalau ingin ngobrol,” katanya, Sabtu (10/5/2025).
Tentu kemampuan dalam bidang tersebut tidaklah didapat dengan waktu singkat. Yakni bermula saat bekerja di karoseri di Malang sekitar tahun 1986.
Namun sebelum itu sudah menjadi penggemar mobil tua dan antik. Jadi tepat ketika memilih bekerja di Kota Apel ketika itu.
Dari pengalaman bekerja di luar kota, akhirnya memberanikan diri untuk membuka bengkel. Dengan harapan bisa mandiri.
Lambat laun mendapatkan konsumen dan mulai banyak. Terutama memang para penggemar mobil maupun motor tua.
Dengan kemampuan yang sudah dikenal, alhasil tambah eksis hingga luar kota. Rata-rata dari dulu hingga sekarang selain Blitar, ada Malang, maupun luar Jawa.
Di usia yang sudah tidak muda lagi, melakukan kegiatan reparasi mobil merupakan hal biasa. Sebab sudah menjadi hobi, apapun dilakukan dengan senang hati.
Dia kini sudah memiliki pekerja. Selain anaknya, juga sejumlah keluarganya turut membantu di bengkel tersebut.
Terpenting aktivitas di bengkel bisa memenuhi keinginan para konsumen. “Kalau pekerja masing-masing ada bagiannnya,” katanya.
Dia menambahkan, dulu sempat memproduksi ledok. Namun ketika sepi tetap kembali ke reparasi mobil tua dan antik.
“Ya tetap aka kesan tersendiri untuk mobil tua ini. Sebab sejak muda sudah menggemari, sulit untuk dilupakan,” pungkas pria 62 tahun ini. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah