BLITAR - Bermula dari keinginan menurunkan berat badan (BB) dengan berlari, tapi akhirnya keterusan lari dijadikan hobi bahkan bercuan.
Namun, sebenarnya bukan soal cuan yang diinginkan Syaifudin. Bapak dua anak ini ingin agar wisata alam, khususnya Gunung Kelud yang berada di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara makin masif dikenal wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pasalnya, Gunung Kelud mempunyai tujuh puncak, di antara tujuh puncak yang tertinggi adalah puncak sejati.
Saat ini, kata Pak Dhe, panggilan akrab Syaifudin, berat badannya tinggal 63 kilogram (kg). Sebelum mencapai 63 kg, berat badan pernah 53 kg. Dari 86 kg menjadi 53 kg, ia tempuh dengan lari enam bulan, bahkan saat itu ketika BB menyentuh 53 kg, ia pernah dikira teman-temannya terkena penyakit.
“Alhamdulilah dengan lari saya berhenti merokok sejak 2000 sampai sekarang, sudah lima tahun. Dulu BB saya 86 kg dengan tinggi 163 sentimeter pada 2019,” ungkapnya kepada Radar Blitar, Kamis (15/5/2025) lalu.
Pak Dhe mengaku, bagi dirinya lari dapat menurunkan berat badan, karena itu memilih lari tapi di jalan raya alias road.
“Saya lari di road sejak 2019, kala itu saya belum bergabung dengan komunitas Run Blitar,” ujarnya.
Lanjut pria 49 tahun ini, dia lalu diajak temannya untuk bergabung di Run Blitar. Di dalam komunitas ini ada semacam kompetisi atau tantangan untuk bisa berlari bersama dengan anggota komunitas yang lain.
“Saya terpacu dan hal tersebut membuahkan hasil yakni berat badan saya turun,” katanya.
Setelah menggeluti lari di road, pada 2021 ia diajak teman mencoba trail run. Kali pertama trail run di Gunung Kelud.
“Kebetulan pada 2021 ada covid dan ada pembatasan keluar rumah, mensiasati itu saya dan teman-teman lari ke gunung alias trail run,” jelasnya.
Baca Juga: Pusling Bung Karno Hadir di Museum Penataran Kabupaten Blitar, Ini Sejumlah Koleksi Bukunya
Ternyata ikut trail run, membuat Pak Dhe ketagihan. Buktinya, pada 2022 Pak Dhe ikut event Siksorogo Lawu Ultra (SLU) untuk jarak 15 kilometer.
Meski baru sekali ikut event, Pak Dhe dipercaya sebagai volunteer Mantra 116 sejak 2023 hingga saat ini. Kondisi ini yang membuat Pak Dhe membuka jasa open trip Gunung Kelud via Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, mengeksplor tujuh puncak di Gunung Kelud.
Pak Dhe menambahkan, sebenarnya tujuan membuka open trip Gunung Kelud via Karangrejo ini menunjukkan ke masyarakat luas, bahwa Gunung Kelud cukup indah.
Dan, itu ternyata belum banyak diketahui masyarakat baik itu dari Blitar maupun orang luar.
“Sisi Kelud sebelah selatan timur yang mengitari kawah Kelud cukup cantik dan itu masih masuk wilayah Blitar,” jelasnya.
Baca Juga: Cerita Perempuan Muda Pemilik Usaha Buket Blitar: Merangkai Bunga itu Bak Merangkai Rasa dalam Hati
Apalagi pada sekitar Juli sampai September, ada fenomena alam, yakni awan yang seperti air terjun, dari atas menuju ke kawah Gunung Kelud. (yan/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah