BLITAR - Renata Dianitasari, perempuan kreatif warga Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, ini memiliki mimpi besar. Membawa karya-karya kebayanya ke kancah Internasional.
Mimpi itu kini sedang dia bangun agar kelak menginspirasi para perempuan muda Indonesia.
Kini, perempuan 20 tahun ini sedang menekuni profesi sebagai desainer kebaya dan pemilik butik sekaligus sekolah desain mode.
Lewat tangan dinginnya, ratusan kebaya lahir dari lembaran kain menjadi busana elegan.
Renata merupakan lulusan Sarjana Terapan Desain dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Minatnya pada dunia fashion sudah tumbuh sejak dia duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD).
“Saya suka menggambar baju dan punya mimpi miliki butik sendiri,” kenangnya, saat ditemui di galerinya beberapa waktu lalu.
Demi mewujudkan mimpi masa kecil itu, Renata mengambil jurusan tata busana saat SMK dan melanjutkan pendidikan tinggi di bidang fashion design. Di sinilah kecintaannya pada kebaya mulai tumbuh.
"Empat tahun belajar desain busana membuat saya jatuh cinta pada kebaya. Saya merasa bahagia dengan detail, kerumitan, dan keanggunannya," ujarnya.
Selepas lulus, dia kembali ke Blitar dan mulai merintis usaha secara mandiri.
Tak hanya membuka butik dan persewaan kebaya, gaun, serta busana fashion show, Renata juga mendirikan Renata Dee Fashion Design School (RFDS).
Itu sebuah tempat belajar desain mode bagi generasi muda Blitar yang ingin menapaki jalan yang sama.
Prestasi perempuan yang akrab disapa Rena ini tak main-main. Saat masih kuliah, dia pernah menjuarai lomba desain Furoshiki (kain pembungkus khas Jepang) tingkat internasional secara virtual.
Sementara awal tahun ini, dia sukses menggelar event fashion show secara mandiri di Auditorium Bung Karno. Dalam event itu, dia menampilkan karyanya sendiri dan hasil kolaborasi timnya.
Renata percaya bahwa bekerja sesuai passion akan selalu membawa semangat dan kepuasan. Dia ingin agar butik dan sekolah fashion miliknya bisa terus tumbuh.
Tak hanya sebagai usaha pribadi, tapi juga sebagai wadah untuk membantu banyak orang tampil percaya diri lewat busana.
“Melalui RFDS, saya ingin ilmu yang saya miliki bisa bermanfaat untuk masa depan peserta didik saya,” ujarnya penuh semangat.
Kini, Renata tak hanya bermimpi menciptakan kebaya-kebaya indah untuk momen spesial masyarakat Blitar, tapi juga ingin membawa kebaya Indonesia tampil di ajang internasional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan hanya warisan budaya, melainkan juga fashion yang bisa bersaing di dunia,” ungkapnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah