Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Punya Kenangan Apa Kalian di Galaxy.Net? Sebuah Warnet Legend nan Sakral Para Pemburu Film di Blitar Raya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 27 Mei 2025 | 23:46 WIB
Warung internet yang terletak di Pojok, Garum, Kabupaten Bitar ini menjadi jujukan pemburu film baru.
Warung internet yang terletak di Pojok, Garum, Kabupaten Bitar ini menjadi jujukan pemburu film baru.

BLITAR - Kalau kamu bocah Blitar Raya angkatan 2010-an, dan mengaku pecinta film, tapi nggak kenal Galaxy.Net, coba cek lagi silsilah hidupmu.

Bukan maksud mengusir dari Blitar, tapi Galaxy.Net itu semacam tanah suci buat para pemburu film—warnet legendaris yang bertengger manis di Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. 

Slogannya waktu itu: "Warnet Surganya Pecinta Film." Sebuah kalimat yang tidak hanya ambisius, tapi juga terbukti bikin pengunjung membludak kayak antre sembako.

Di masanya, Galaxy.Net itu holy grail—kompleks suci yang dituju remaja Blitar setelah pulang sekolah, atau bahkan sebelum sempat pulang sekolah.

Anak-anak SMA, SMP, bahkan yang belum punya KTP pun hafal betul letaknya. Bukan cuma karena ratusan film terbaru yang selalu siap ditransfer ke flashdisk, tapi juga karena kecepatan internetnya yang, maaf nih, secepat kereta Whoosh.

Bahkan, koneksinya dulu lebih stabil daripada hubungan pacaran anak warnet itu sendiri.

Saya pribadi bukan pecandu film. Saya bukan pelanggan setia Galaxy.Net. Tapi setiap kali dari rumah ke Kota Blitar dan melintasi tempat itu, rasanya selalu ada aura meriah yang keluar dari balik kacanya—penuh orang, penuh tawa, dan tentu saja, penuh kabel.

Istri saya pernah cerita, dulu dia dan teman-teman sekelasnya rutin bawa flashdisk ke situ. Misi mereka jelas: mendapatkan film incaran sebelum teman yang lain dapat bocoran. Galaxy.Net bukan sekadar warnet, tapi juga markas pengumpulan file .mp4, .avi, bahkan .mkv dengan kualitas seadanya tapi tetap disyukuri.

Saking lakunya, si pemilik sampai bikin grup dan fanpage khusus. Film apa yang baru rilis dan sudah bisa diunduh? Tinggal cek status. Bahkan, film yang baru seminggu tayang di bioskop bisa nongol duluan di Galaxy.Net—walau kualitasnya masih kamera goyang kena kepala penonton depan.

Tapi ya, zaman berubah. Teknologi melesat. Galaxy.Net, seperti warnet-warnet legendaris lainnya, pelan-pelan kalah saing.

Netflix, Disney+, Telegram, dan kawan-kawannya datang membawa kepraktisan. Sekali klik, film HD bisa nemplok di layar ponsel. Warnet pun mulai ditinggalkan, satu demi satu.

Sekarang, bangunan Galaxy.Net masih berdiri. Tapi pintunya tertutup rapat. Tulisan namanya masih ada, tapi hanya menjadi monumen nostalgia.

Setiap saya lewat situ, ada sensasi aneh yang muncul: hangat, getir, dan sedikit kangen. "Tempat itu dulu ramai, riuh, hidup. Kini, tinggal kenangan," ucapku dalam hati. (jar) 

Editor : M. Subchan Abdullah
#bocah #Garum #galaxy #desa pojok #Baru #warnet #NET #blitar raya #legendaris #film #file #bioskop #surga #Pecinta