BLITAR - Barang-barang antik tentu butuh perhatian khusus dari pemiliknya. Tak hanya sekadar menjadi koleksi, tetapi juga bisa jadi investasi.
Namun tentu butuh cara dan pemeliharaan khusus agar barang-barang lama tersebut bisa tahan lama dan tak rusak.
Kolektor barang antik dan vintage, Yudha Hadiyanto, mengaku bahwa memang barang-barang lama yang layak koleksi dan diburu kolektor harus dalam kondisi baik.
Namun tergantung barangnya, misalnya mebeler dari kayu, kondisinya mulus dan tidak reot, atau tak dimakan rayap.
“Kondisi catnya juga sangat menentukan. Selain kayu-kayunya utuh dan tidak keropos,” jelas warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, ini.
Untuk foto maupun barang dari kertas yang paling riskan dan rentan, jelas dia, membutuhkan perhatian khusus. Dari tempat meletakkan, kemudian harus dihindari dari tempat yang terlalu lembap, dan juga harus dihindarkan dari air.
“Kalau barang-barang seperti foto dan buku, harus lebih telaten lagi. Selain tempat khusus yang tidak lembap, juga harus dalam waktu tertentu butuh dijemur,” bebernya.
Memelihara barang-barang antik dan vintage memang mudah-mudah gampang.
Meskipun tidak perlu perlakuan yang terlalu khusus, tapi juga harus tetap dilihat dan dicek dalam dua hari sekali. Misalnya untuk barang-barang elektronik, harus dinyalakan dan dicek kondisinya, khususnya dari benturan.
“Tidak terlalu butuh perhatian, tapi minimal bisa dicek dalam beberapa hari sekali,” ungkapnya.
Karena barang-barang lama ini terkadang jika ingin dijual tetap laku, tetapi harga tergantung kondisinya.
Kalau rusak, harga bisa jatuh hingga terendah, bahkan bisa tidak laku. Karena rata-rata kolektor mencari barang yang masih utuh dan kondisinya baik.
“Para kolektor yang ingin menjual kembali biasanya akan sangat menjaga barangnya. Karena menyadari kondisi barang juga bakal memengaruhi harga jual kembali,” ujar pria yang kerap menjual barang-barang antik dan vintage lewat media sosial (medsos) dan online ini (ady/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah