Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sering Jadi Bahan “Fitnah” di Masyarakat, Ini Fakta Menarik Daging Kambing dan Sapi dari dr Tirta

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 7 Juni 2025 | 13:30 WIB

 

AMAN DAN SEHAT: Warga sedang memasukkan daging kurban pada wadah sesek yang diyakini lebih aman dan ramah lingkungan.
AMAN DAN SEHAT: Warga sedang memasukkan daging kurban pada wadah sesek yang diyakini lebih aman dan ramah lingkungan.

BLITAR - Momen Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, konsumsi daging di masyarakat sedang berlimpah.

Meski hanya sekali dalam setahun, perayaan kurban ini tentu jadi momentum untuk perbaikan gizi.

Namun, masih ada menganggap jika konsumsi banyak daging kambing tekanan darahnya naik. Pun makan daging sapi, kolesterolnya yang nail. Padahal, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Terkait PMI Asal Desa Krisik Kabupaten Blitar Meninggal di Hong Kong, Pemdes Belum Terima Informasi Resmi Kematian

Justru kata dr Tirta, seperti yang diulas dalam postingan di Instagram pribadinya, daging sapi dan kambing itu sumber protein yang tinggi. Bagus untuk olahragawan yang sedang membangun otot. Pun bagi pekerja yang harus menguras fisik seharian penuh.

“Jadi jangan sedikit-sedikit menyalahkan kambing dan sapi. Misalnya, hee jangan makan daging kambing banyak-banyak, nanti tensinya naik. Hee jangan banyak makan daging sapi, nanti kolesterolnya naik,” ujar dr Tirta.

“Kasihan kambing dan sapinya jika terus difitnah. Daging kambing itu menyumbang protein tinggi. Per 100 gramnya terdapat protein sekitar 21-26 gram. Daging sapi juga tinggi proteinnya,” imbuhnya.

Baca Juga: 60 Dokter Hewan serta Paramedik Siap Diterjunkan Pantau Kesehatan Hewan Kurban hingga Keamanan Dagingnya

Lalu, apa yang bermasalah dari daging kambing dan sapi itu?, jawabannya adalah cara pengolahannya. Terutama pada bumbunya. “Di kasih garam, kecap hingga santan. Tapi ya jangan berlebihan,” tegasnya.

Misalnya masak sate, lalu diberi kecap. Boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. “Sekali lagi, daging merah dari sapi dan kambing itu sangat baik untuk pemulihan otot. Cocok untuk perbaikan gizi,” tandasnya.

Jadi masih takut makan daging kambing dan sapi. Terpenting, perhatikan pengolahannya dengan baik dan benar.(sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kambing #konsumsi #bumbu #indonesia #darah tinggi #tinggi #Idul Adha #daging #garam #protein #Tekanan #sapi #kecap #kolesterol