BLITAR - Momen Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, konsumsi daging di masyarakat sedang berlimpah.
Meski hanya sekali dalam setahun, perayaan kurban ini tentu jadi momentum untuk perbaikan gizi.
Namun, masih ada menganggap jika konsumsi banyak daging kambing tekanan darahnya naik. Pun makan daging sapi, kolesterolnya yang nail. Padahal, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar.
Justru kata dr Tirta, seperti yang diulas dalam postingan di Instagram pribadinya, daging sapi dan kambing itu sumber protein yang tinggi. Bagus untuk olahragawan yang sedang membangun otot. Pun bagi pekerja yang harus menguras fisik seharian penuh.
“Jadi jangan sedikit-sedikit menyalahkan kambing dan sapi. Misalnya, hee jangan makan daging kambing banyak-banyak, nanti tensinya naik. Hee jangan banyak makan daging sapi, nanti kolesterolnya naik,” ujar dr Tirta.
“Kasihan kambing dan sapinya jika terus difitnah. Daging kambing itu menyumbang protein tinggi. Per 100 gramnya terdapat protein sekitar 21-26 gram. Daging sapi juga tinggi proteinnya,” imbuhnya.
Lalu, apa yang bermasalah dari daging kambing dan sapi itu?, jawabannya adalah cara pengolahannya. Terutama pada bumbunya. “Di kasih garam, kecap hingga santan. Tapi ya jangan berlebihan,” tegasnya.
Misalnya masak sate, lalu diberi kecap. Boleh-boleh saja, tetapi jangan berlebihan. “Sekali lagi, daging merah dari sapi dan kambing itu sangat baik untuk pemulihan otot. Cocok untuk perbaikan gizi,” tandasnya.
Jadi masih takut makan daging kambing dan sapi. Terpenting, perhatikan pengolahannya dengan baik dan benar.(sub)
Editor : M. Subchan Abdullah