BLITAR - Kata seblak sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Seblak merupakan makanan khas Jawa Barat yang identik dengan rasa pedas dan kerupuk rebusnya.
Makanan ini kini digemari oleh semua orang, terutama di kalangan remaja. Situasi itu direspons banyak orang yang mencoba membuka usaha kuliner seblak.
Namun, jarang ditemukan seblak yang rasanya begitu otentik, seperti halnya Seblak Mama Una yang berlokasi di Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat.
Pemilik usaha Seblak Mama Una, Rowan Tutik Rahayu menjelaskan, awal merintis usaha ini karena ingin membantu perekonomian keluarga yang sedang terpuruk. Ditambah dengan kondisi saat ini yang sulit mencari pekerjaan.
Tak disangka, berawal dari nekat dengan modal Rp 50.000, seblak buatannya justru digemari oleh para pelanggan setianya dan menjadi lading cuan.
“Hasilnya meraup uang jutaan setiap bulannya,” jelasnya.
Rowan memulai usahanya pada Juni 2023 dan masih aktif hingga saat ini serta telah memiliki seorang karyawan.
Omzet kotor dalam sebulan mampu mencapai belasan juta.
Namun, terkadang hanya mendapatkan sebesar Rp 2-3 juta, karena penghasilannya bersifat fluktuatif, tergantung permintaan konsumen.
“Biasanya warung paling ramai itu pas Jumat, kadang Minggu. Kalau pas ramai banget itu sehari bisa dapat Rp 1.400.000, tapi kalau pas sepi Rp 600.000,” ujarnya.
Meskipun saat ini belum memiliki warung pribadi, ia bersikeras tak pantang menyerah untuk bisa meraih impiannya membuka warung di tempat pribadi.
Dia juga berharap, dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk terus berkembang.
Kisah inspiratif dari Rowan ini membuktikan, semua yang dijalani dengan niat sungguh-sungguh akan mampu membawa perubahan lebih besar, sekaligus membawa keberuntungan bagi orang di sekitarnya. (mg1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah