Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Merasakan Geliat Penghobi Barang Jadul di Blitar, Jadi Langganan Interior Kafe

Noormalady Usman • Senin, 30 Juni 2025 | 04:00 WIB
HIDUPKAN KENANGAN: Lapak komunitas penghobi barang jadul di bazar Blitar Djadoel 2025 pekan lalu.
HIDUPKAN KENANGAN: Lapak komunitas penghobi barang jadul di bazar Blitar Djadoel 2025 pekan lalu.

BLITAR - Bagi sebagian kalangan, mungkin barang-barang lama hanya sekadar pengisi gudang dan siap dibuang.

Namun, bagi Komunitas Penghobi Barang Jadul Blitar, justru barang-barang tersebut sangat bernilai jadi cuan yang sangat menguntungkan.

Tak hanya cuan dan memiliki nilai yang tinggi, beberapa jenis barang antik dan vintage ini bahkan akan memiliki harga fantastis, jika benar-benar otentik, kondisinya masih layak, apalagi memiliki nilai Sejarah.

“Untuk saat ini, beberapa barang antik khususnya yang zaman kolonialis, mulai dari ornamen bangunan, teralis pagar, tiang lampu, besi angin-angin, hingga ornamen penerangan seperti lampu, yang sedang dicari kolektor,” ungkap Hidayat Dhasar Sujanmo, juru bicara kumpulan penghobi dan penyuka barang antik dan vintage Blitar.

Pria yang akrab disapa Dayat ini tak hanya memburu dan koleksi, tetapi juga pengepul barang-barang antik dari pemburu yang turun ke lapangan.

Pemilik Galery Sedulur Jadul di Sutojayan ini memang murni kolektor dan penjual barang antik.

“Kalau saya tidak punya pekerjaan lain, ya murni di jual beli barang antik ini. Dan dari barang-barang lama ini, saya bisa mencukupi ekonomi keluarga,” ujar pria yang mewarisi kesukaan pada barang antik dari orang tuanya.

Penghobi antik lainnya, Sugeng Waluyo, mengaku sudah cukup lama bergelut dengan jual beli barang antik.

Baginya, barang-barang lama, baik yang antik maupun vintage, tidak ada matinya. Artinya bakal terus ada dan para kolektor juga semakin banyak sehingga tidak kesulitan dalam pemasaran.

“Barang-barang lama ini akan selalu ada yang senang, bahkan terus bertambah. Jenisnya juga banyak, mulai yang industrial, mainan, maupun barang-barang sehari-hari yang sudah lama. Misalnya helm, mainan, buku, dan lain-lain,” ungkapnya.

Dan ternyata, terang Sugeng, paling menarik dari jual beli barang-barang antik ini adalah tidak terbatas pada satu kalangan saja.

Baca Juga: Polres Blitar Terjunkan 700 Personel Gabungan Amankan Pengesahan Warga PSHT

Bahkan sekarang dalam komunitas penghobi barang jadul Blitar kerap berkumpul dari mulai ASN, pedagang, guru, tukang bengkel, seniman dan budayawan, dan dari latar belakang lainnya.

“Untuk pemasarannya, banyak kafe-kafe di Kota maupun Kabupaten Blitar mencari berbagai ornamen lama, jadi kami tinggal tawarkan barang yang ada, dan teman-teman juga hampir setiap hari berburu ke pedagang barang antik maupun ke tempat penjual rongsokan,” bebernya. (ady/c1)

Editor : M. Subchan Abdullah
#cuan #komunitas #blitar #Geliat #Blitar Djadoel #langganan #Penghobi #jadul #kafe #Barang #Antik