BLITAR KAWENTAR - Banyak orang mengira bahwa introvert adalah sosok pemalu dan anti-sosial. Faktanya, introvert tidak sesederhana itu.
Dalam sesi podcast Suara Berkelas, Raditya Dika, seorang penulis, komedian terkenal di Indonesia membahas fakta menarik tentang seorang introvert yang membuka perspektif baru pada pandangan masyarakat.
Raditya Dika mengungkapkan bahwa introvert bukan tentang ketakukan untuk berinteraksi, melainkan tentang bagaimana seseorang berusaha mengeluarkan energi untuk berinteraksi.
“Gue sama sekali ngga pemalu. Tapi ya lama-lama capek kalo terus menerus ngobrol dengan banyak orang,” keluh Radit dalam podcast tersebut.
Ia menyanggah bahwa terdapat perbedaan mendasar antara introverst dengan pemalu yakni pada sumber energi dan kenyamanan sosial.
Introvert mampu tampil terbuka di depan umum, memiliki sikap eksprektif, namun membutuhkan waktu untuk mengulas energi.
Sementara orangf pemalu cenderung menghindar karena merasa tertekan, tidak percaya diri, dan kurang nyaman.
Di era digital, kesalahpahaman persepsi orang terhadap introvert semakin merajalela. Banyak tuduhan menyatakan jika seorang introvert tidak akan bisa sukses karena tidak mampu membangun interaksi dengan sesama.
Tuduhan tersebut dibuktikan oleh Raditya Dika bahwa seorang introvert dapat berkembang sama seperti yang lain, termasuk bidang komunikasi.
“Saya tampil stand-up comedy, menulis, mengisi podcast, semuanya saya lakukan karena saya suka dan itu menjadi terapi buat saya. Tapi, setelahnya saya tetap butuh waktu sendiri untuk recharge,” ungkapnya.
Raditya Dika menekankan bahwa introvert justru memiliki kelebihan yang jarang orang mengetahui. Golongan introvert memiliki kemampuan merenungkan diri, berpikir reflektif, mediasi, dan storytelling.
Baca Juga: BPKAD Kabupaten Blitar Sebut Proses Sertifikasi Ruas Jalan Lebih Rumit, Ini Faktor yang Dihadapi
Radit menilai, kecenderungan untuk menyendiri dan mengamati justru membuat seorang introvert memiliki rasa empati dan simpati lebih tinggi.
Kesimpulannya, introvert bukanlah sebuah hambatan untuk menuju kesuksesan. Bukan berarti seorang introvert dapat menjadikan sikapnya sebagai tameng pelindung pembelaan untuk tidak maju berkembang.
Justru sebagai introvert harus mampu memahami kapasitas diri sendiri dan menemukan cara berkembang. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah