BLITAR - Tidak semua generasi muda mampu menghasilkan Rp100 juta pertamanya kecuali dari warisan orang tuanya. Pertanyaan yang sering tersirat di benak adalah “Harus diapakan uang ini?” Raditya Dika merupakan seorang penulis dan komedian ternama di Indonesia.
Dalam podcastnya di Suara Berkelas ia membagikan tips bagaimana cara mengelola uang tersebut dengan baik.
Raditya mengungkapkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah bertanya pada diri sendiri apakah terdapat ide bisnis yang mungkin saja cukup untuk mengembangkannya dengan uang sebesar Rp100 juta.
Jika iya, maka sebagian dari dana tersebut digunakan sebagai modal utama. Radit mendorong anak muda untuk berbisnis namun tetap update di era digital.
Membangun bisnis bukan hanya sekadar membeli kebutuhan produksi yang kemudian akan dijual.
Tetapi, kita juga perlu menganalisisnya bagaimana kondisi pasar saat ini, apakah bisnis yang kita jalankan masih relevan di era digitalisasi? Misalnya, kelas online, e-book, dan konten berbayar.
Mengepa kita harus menyesuaikan dengan era digital? Karena pada dasarnya kemajuan teknologi digital mampu meminimalisir biaya produksi serendah mungkin.
Dalam istilah ekonomi disebut marginal cost nearly zero. Oleh sebab itu, peluang keuntungan yang didapatkan bisa bernilai besar. “Itu yang bikin revenuenya gede banget,” ungkap Radit dalam pengalamannya.
Jika jawabannya tidak, Radit menyarankan bahwa uang itu sebaiknya digunakan untuk mengalihkan fokus ke pengembangan skill.
Uang Rp100 juta dapat digunakan mempelajari skill baru yang pada akhirnya dapat dijadikan acuan sebagai pengembangan produk baru.
"Kalau bisa bikin sesuatu, kamu jadi bisa menghasilkan uang terus," tambahnya.
Saran terakhir dari Raditya Dika adalah berinvestasi jika memang belum mampu secara emosional dalam mengembangkan bisnis.
Namun, dalam berinvestasi juga diperlukan strategi dan emosional yang matang untuk menganalisis kondisi pasar uang berskala global.
“Mau liburan tahun depan? Taruh di deposito atau reksa dana pasar uang. Tapi kalau tujuan pensiun 20 tahun lagi, taruh di saham,” jelasnya.
Prinsip utama yang ditekankan oleh Raditya Dika adalah jangan biarkan uang menganggur. Uang harus terus berputar, baik melalui bisnis ataupun investasi. Nilai uang dapat terbakar inflasi apabila hanya disimpan.
Raditya Dika menyerukan generasi muda harus lebih sadar atas kondisi financial, ditambah ketidakstabilan geopolitik global yang dapat berdampak terhadap perekonomian negara lainnya, termasuk Indonesia. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah