BLITAR - Dengan bumbu kacang khas dan racikan turun-temurun, Pecel Mbok Bari jadi tujuan utama warga dan wisatawan saat pagi hari di Blitar.
Jika menyebut kuliner khas Blitar, nama Pecel Mbok Bari pasti muncul dalam daftar utama untuk menu sarapan.
Warung pecel legendaris ini berdiri sejak tahun 1964, dan hingga kini tetap bertahan sebagai pilihan sarapan favorit warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke kota Proklamator ini.
Baca Juga: Hasil Hortikultura Melimpah, Kelompok Tani di Blitar Ini Manfaatkan Untuk Olahan Makanan Ringan
Terletak di Jalan Ir. Soekarno No. 189, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, warung ini buka setiap hari dari pukul 05.00 WIB hingga sekitar 10.00 WIB atau sampai habis.
Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan kawasan wisata Makam Bung Karno dan Alun-Alun Blitar, membuatnya ramai dikunjungi.
Yang membedakan Pecel Mbok Bari dari pecel-pecel lainnya adalah bumbu kacangnya. Dibuat dari campuran kacang tanah, gula merah, cabai, dan kencur yang mencolok aromanya, bumbu ini memberikan sensasi gurih-manis-pedas yang seimbang.
Menu utamanya adalah pecel sayur yang disajikan dengan nasi putih hangat, disiram sambal kacang, dan dilengkapi dengan tempe goreng, tahu, telur dadar iris, serta peyek kacang atau teri.
Pelanggan juga bisa menambahkan lauk seperti empal, ayam goreng, atau telur asin.Harga seporsinya mulai dari Rp 10.000–15.000, tergantung pilihan lauk
Selain rasa, Pecel Mbok Bari juga menyimpan nilai sejarah.
Mbok Bari, sang pendiri, dulunya berjualan keliling menggunakan pikulan sebelum membuka warung tetap.
Kini usaha tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua dan ketiga keluarga, tetap menjaga resep rahasia warisan leluhur.
Pecel Mbok Bari bukan sekadar tempat makan, tapi bagian dari sejarah kuliner Blitar.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah