Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Toko Kopi Soedi Blitar yang Unik: Nostalgia dalam Secangkir Kopi Klasik Sejak Zaman Kolonial

Ichaa Melinda Putri • Senin, 7 Juli 2025 | 23:00 WIB
SUDAH PINDAH LOKASI BARU: Toko Kopi Soedi Blitar Nostalgia dalam Secangkir Kopi Klasik Sejak Zaman Kolonial
SUDAH PINDAH LOKASI BARU: Toko Kopi Soedi Blitar Nostalgia dalam Secangkir Kopi Klasik Sejak Zaman Kolonial

BLITAR - Di tengah gegap gempita kedai kopi modern yang menyajikan espresso, latte art, dan desain minimalis instagenic, Blitar masih menyimpan satu warisan kopi klasik yang tak lekang oleh waktu.

Namanya adalah Toko Kopi Soedi, sebuah kedai legendaris yang telah berdiri lebih dari setengah abad dan masih mempertahankan cita rasa serta suasana otentik ala tempo dulu.

Berada di Jalan Ir Soekarno, tak jauh dari kawasan bersejarah makam Bung Karno dan pusat kota Blitar, kedai ini dulunya berlokasi di Jalan Merdeka.

Meski telah berpindah tempat, kedai ini tetap mempertahankan identitas dan tradisi yang membuatnya istimewa.

Mulai dari cara penyajian kopinya yang tradisional, aroma khas kopi robusta asli Jawa Timur, hingga interior yang dipenuhi ornamen klasik toples kaca besar, meja kayu lawas, teko enamel, serta radio tua yang masih berfungsi.

Toko Kopi Soedi bukan hanya tempat minum kopi, melainkan saksi sejarah.

Berdiri sejak era 1960-an, kedai ini pertama kali dirintis oleh Bapak Soedi, seorang perantau keturunan Tionghoa yang memiliki kecintaan besar terhadap kopi rumahan.

Kala itu, kedai ini menjadi tempat berkumpulnya para pedagang pasar, guru, bahkan wartawan lokal yang ingin berdiskusi sambil menikmati kopi tubruk hangat dan gorengan sederhana.

Hingga kini, kedai ini masih dikelola oleh keluarga generasi ketiga, yaitu Bu Sari, cucu dari pendiri.

Ia mempertahankan cara penyeduhan kopi secara manual, tanpa mesin espresso atau grinder canggih.

Bubuk kopi digiling kasar dan diseduh langsung menggunakan air mendidih, lalu disajikan dengan gula terpisah agar pengunjung dapat mengatur sendiri tingkat manisnya.

Meskipun tampil sederhana, menu di Toko Kopi Soedi justru menjadi kekuatan utama.

Menu andalan seperti Kopi Tubruk Soedi dan Kopi Jahe tetap menjadi primadona.

Semua kopi berasal dari biji kopi robusta pilihan dari lereng Gunung Kelud dan daerah Wlingi, Blitar Timur.

Tak hanya minuman, pengunjung juga bisa menikmati kudapan ringan seperti:

Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat.

Seporsi kopi tubruk dibanderol hanya Rp 6.000, dengan suasana yang sulit ditandingi oleh kafe manapun.

Toko Kopi Soedi buka setiap hari kecuali Jumat, dengan dua sesi waktu:

Waktu pagi adalah pilihan terbaik bagi Anda yang ingin merasakan nuansa tradisional khas Blitar, bertemu warga lokal, dan menikmati sarapan ringan.

Sedangkan malam hari sering kali diisi oleh komunitas pecinta sejarah, fotografer, hingga musisi akustik lokal yang bersantai sambil menyeruput kopi hangat.

Lebih dari sekedar kopi.

Banyak pengunjung menyebut Toko Kopi Soedi sebagai “ruang nostalgia.”

Interiornya tak banyak berubah sejak 1980-an dinding putih kusam, jendela kayu besar, kipas angin tua di langit-langit, dan poster-poster lawas yang dipajang seadanya.

Tapi justru di sanalah letak keistimewaannya.

 “Di sini kita bisa menikmati kopi, berbagi cerita, dan merasa seperti kembali ke masa lalu,” kata Pak Widodo, pelanggan setia yang sudah datang sejak zaman mahasiswa.

Toko ini juga menjadi tempat favorit para pelancong yang ingin mencicipi kopi khas Blitar, atau sekadar membawa pulang kopi bubuk kemasan Soedi sebagai oleh-oleh.

Produk bubuk kopi racikan khas kedai ini dijual mulai Rp 20.000 per bungkus.

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Wlingi #espresso #klasik #blitar #nostalgia #kopi #jahe #kolonial #zaman #gunung kelud #instagenic #Toko Kopi Soedi #cita rasa #kopi tubruk