BLITAR KAWENTAR - Gunung Kawi, terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Malang. Sebuah destinasi wisata alam yang terkenal dengan nuansa mistisnya yaitu pesugihan. T
erdapat warung makan di area pinggir jalan menjadi sorotan para pengunjung tentang kejadian mistis usai menyantap hidangan di tempat warung tersebut.
Warung itu kerap dikunjungi oleh para pejabat diduga menyajikan makanan dengan unsur pesugihan.
Maya sebuah nama samaran, Ia bercerita tentang pengalamannya ketika diajak oleh seorang temannya ke warung tersebut untuk berkuliner.
"Dia bilang ini tempat favorit para menteri. Tapi begitu sampai, saya langsung merasa ada yang tidak beres," ungkap Maya.
Warung tersebut memiliki ciri khas pada tukang masaknya yang tangan kirinya dililitkan dengan kain kafan dan diikat menggunakan tujuh karet gelang.
"Dia masak pakai tangan kanan, tapi tangan kirinya selalu disembunyikan," lanjutnya.
Ketika mengamati proses memasak, Maya melihat sesuatu yang tak lazim.
Tukang masak tersebut membuka kain kafan di tangannya dan mencampurkan potongan kulit bewarna kehitaman berbau busuk.
Potongan kulit tersebut ditaruh di tampah kemudian dicampurkan ke dalam nasi.
"Ternyata itu kulit pocong dari saudaranya sendiri yang dijadikan media pesugihan," tegas Maya. Selain bau busuk, Maya juga mencium bau anyir darah.
Baca Juga: Viral! Kasus Selebgram MR Diduga Melakukan Pemerasan Terhadap Pacar Sesama Jenis, Ini Faktanya
Melihat kejadian tersebut, Maya menolak makan namun rekannya penasaran dan mencicipi masakan itu. Baru sesuap, rekannya langsung memuntahkan suapannya. Anehnya, pengunjung lain justru menyukai masakan tersebut.
Malam harinya, mereka mengalami gangguan ghaib di hotel. Ada sosok wanita berwajah gosong dan jin berekor panjang muncul di kamar mereka.
Bahkan rekan Maya mengalami mata kanannya memerah dan bengkak tanpa sebab. "Dia bilang dalam mimpinya ditusuk trisula oleh makhluk itu," ujar Maya.
Maya mengatakan, dapur warung itu terletak dekat toilet. Maya mencoba mengintip, terlihat sosok hitam besar sedang mengaduk kuali berisi kepala-kepala bayi.
"Ada juga dupa dan kembang tujuh rupa di sekitar toilet, jelas ini adalah ritual pesugihan," tambahnya.
Warung ini masih beroperasi layaknya warung-warung pada umumnya. Bahkan pengunjungnya kian hari justru semakin ramai.
Maya berpesan untuk selalu waspada jika merasa ada kejanggalan ketika mengunjungi sebuah restoran maupun warung kecil.
Editor : Anggi Septian A.P.