Ngantuk Setelah Makan? Bukan Diabetes, Mungkin Kamu Begadang Nonton MU
Findika Pratama• Jumat, 11 Juli 2025 | 03:30 WIB
Ngantuk Setelah Makan? Bukan Diabetes, Mungkin Kamu Begadang Nonton MU
BLITAR – Banyak orang langsung panik ketika merasa ngantuk berat setelah makan besar. “Waduh, jangan-jangan saya kena diabetes?” begitu kekhawatiran yang muncul. Bahkan, tidak sedikit yang buru-buru browsing gejala kencing manis sambil deg-degan.
Padahal, menurut dr Tirta Blitar, kondisi ngantuk setelah makan belum tentu merupakan tanda diabetes. Bahkan, itu adalah respon tubuh yang normal, selama tidak disertai gejala-gejala lain seperti haus berlebihan, sering kencing, berat badan turun drastis, atau luka susah sembuh.
“Jangan panik dulu. Kalau habis makan berat terus ngantuk, bisa jadi bukan karena diabetes, tapi karena kamu semalam begadang nonton MU kalah comeback,” canda dr Tirta Blitar dalam konten edukasi kesehatannya yang viral di media sosial
Secara ilmiah, tubuh memang secara alami bisa merasa mengantuk setelah makan, khususnya makanan berat yang mengandung banyak karbohidrat seperti nasi, mie, atau roti.
Menurut penjelasan dr Tirta Blitar, setelah kita makan, kadar glukosa dalam darah meningkat, lalu tubuh merespons dengan mengeluarkan hormon insulin. Insulin bertugas membawa glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.
Nah, saat insulin meningkat, selain membantu distribusi gula, hormon ini juga memicu peningkatan triptofan di otak. Triptofan kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin, dua senyawa yang membuat tubuh merasa relaks dan mengantuk.
“Jadi ngantuk habis makan itu bukan karena diabetes. Tapi karena tubuhmu memang sedang relaks. Apalagi kalau kamu makannya banyak, kenyang maksimal, ya otomatis jadi lemes dan ngantuk,” jelasnya.
Namun, dr Tirta Blitar juga menekankan bahwa rasa kantuk yang sangat berat bisa jadi diperparah oleh kualitas tidur yang buruk di malam hari. Orang yang sering begadang, tidur larut, atau kualitas tidurnya jelek, akan merasa jauh lebih mengantuk setelah makan karena tubuh belum benar-benar pulih dari lelah.
“Kamu habis nonton bola sampai subuh, terus pagi sarapan nasi rawon, ya jelas jam sembilan udah ngantuk kayak habis disiram bius. Yang salah bukan nasinya, tapi gaya tidurmu,” kata dr Tirta sambil tertawa.
Ia menegaskan bahwa tidak semua gejala harus dikaitkan dengan penyakit berat seperti diabetes. Banyak kasus yang ternyata hanya soal gaya hidup: kurang tidur, makan berlebihan, dan kurang olahraga.
Meski ngantuk setelah makan adalah hal normal, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Menurut dr Tirta, jika rasa kantuk terjadi terus-menerus, disertai gejala-gejala lain seperti:
Sering haus dan lapar berlebihan
Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama malam hari
Berat badan turun drastis tanpa sebab
Luka yang sulit sembuh
Mudah lelah atau lemas ekstrem
maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah.
“Jangan self-diagnose. Apalagi cuma modal baca medsos. Kalau ragu, ya periksa. Gampang kok. Cek gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, selesai,” tambahnya.
Tips Biar Enggak Ngantuk Setelah Makan
Agar tubuh tidak langsung “crash” habis makan, berikut tips dari dr Tirta Blitar:
Kurangi porsi makan berlebihan. Makan secukupnya membuat kerja pencernaan lebih ringan.
Perbanyak sayur dan serat. Ini membantu mencegah lonjakan gula darah ekstrem.
Jangan langsung rebahan setelah makan. Beri jeda sekitar 20-30 menit untuk membantu proses pencernaan.
Cukupi tidur malam. Tidur yang cukup akan membuat tubuh lebih stabil sepanjang hari.
Bergerak ringan setelah makan. Jalan kaki santai 5-10 menit bisa membantu metabolisme.
“Kalau kamu habis makan langsung rebahan, terus ngeluh ngantuk, ya itu bukan diabetes. Itu memang waktunya kamu introspeksi gaya hidup,” ujarnya sambil menyentil pola hidup malas yang kerap jadi kebiasaan banyak orang.
Fenomena yang Salah Kaprah
Tak jarang, ngantuk setelah makan langsung dikaitkan dengan penyakit. Bahkan di beberapa keluarga, anak yang kelihatan lemas habis makan langsung dituduh “ada gula”.
Padahal, menurut dr Tirta Blitar, ini adalah fenomena yang kerap salah kaprah di masyarakat. Banyak orang tidak memahami bahwa proses pencernaan sendiri membutuhkan energi, dan itulah kenapa tubuh cenderung istirahat agar energi bisa dialihkan ke saluran pencernaan.
“Lha wong pencernaanmu kerja keras setelah makan, masak otakmu disuruh mikir keras juga? Ya wajar kalau ngantuk. Itu tubuh yang sehat justru, bukan tanda diabetes,” ujarnya menekankan.
Ngantuk setelah makan adalah hal lumrah yang terjadi karena proses alami tubuh, terutama karena kerja insulin dan sistem pencernaan. Namun, jika disertai gejala lain yang mengarah ke gangguan metabolik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.
Dan yang paling penting, kata dr Tirta Blitar, jaga pola makan dan kualitas tidur.
“Kesehatan itu enggak cuma soal apa yang kamu makan, tapi juga jam berapa kamu tidur. Kalau kamu tidur jam 3 karena nonton MU kalah adu penalti, ya jangan salahkan nasi padang pagimu,” pungkasnya.