Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Apakah Check-Up Bisa Menyelamatkan Nyawa? Jawabannya: Ya!

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 11 Juli 2025 | 00:30 WIB
Apakah Check-Up Bisa Menyelamatkan Nyawa? Jawabannya: Ya!, pentingnya check-up kesehatan, kampanye kesehatan preventif, deteksi dini penyakit jantung
Apakah Check-Up Bisa Menyelamatkan Nyawa? Jawabannya: Ya!, pentingnya check-up kesehatan, kampanye kesehatan preventif, deteksi dini penyakit jantung

BLITAR-Ada satu pertanyaan penting yang seharusnya kita renungkan sebelum semuanya terlambat: “Apakah check-up kesehatan secara rutin bisa menyelamatkan nyawa?” Jawabannya bukan hanya ya, tapi seratus persen ya.

Sayangnya, budaya check-up (pemeriksaan kesehatan rutin) masih dianggap hal mewah, bahkan tidak perlu, oleh sebagian masyarakat Indonesia. Kita cenderung memeriksakan diri hanya ketika sudah sakit parah, atau bahkan saat nyawa sudah berada di ujung tanduk.

Padahal, seperti yang dikatakan oleh dr. Damais, SpJP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, banyak kasus kritis bisa dicegah jauh lebih awal hanya dengan satu tindakan sederhana: pemeriksaan kesehatan berkala.“Banyak pasien datang ke UGD dalam kondisi serangan jantung atau kolaps, padahal sebelumnya tubuh mereka sudah memberi sinyal. Tapi karena tidak pernah check-up, masalah itu tak terdeteksi,” jelasnya.

Baca Juga: Rekomendasi Cafe Bernuansa Tropis di Tengah Kota Blitar, Penasaran! Lokasinya Ada Disini

Kesehatan Tak Bisa Ditebak dari Luar

Tak sedikit orang terlihat sehat, aktif, dan bugar, namun ternyata menyimpan bom waktu dalam tubuhnya. Kolesterol tinggi, gula darah melonjak, penyempitan pembuluh darah, hingga potensi stroke—semuanya bisa terjadi tanpa gejala apa pun di awal.

Contoh kasus nyata yang pernah dihadapi dr. Damais adalah seorang pria muda berusia 28 tahun. Ia aktif berolahraga, tidak merokok, dan tidak punya keluhan berarti. Namun saat melakukan check-up jantung karena ingin ikut lomba lari jarak jauh, ditemukan adanya penyempitan pembuluh darah jantung hingga 60%.“Bayangkan jika dia tetap ikut lomba tanpa periksa. Bisa saja ia kolaps di tengah lapangan. Tapi karena ia inisiatif untuk periksa, nyawanya bisa diselamatkan sebelum terjadi serangan jantung,” ujar dokter tersebut.

Baca Juga: Mencicipi Kelezatan Sayur Tewel di Warung Mbah Martumi Blitar: Cita Rasa Tradisional yang Langka

 “Lebih Baik Tahu Sekarang, Daripada Menyesal Nanti”

Pemeriksaan rutin atau check-up bukan soal “cari-cari penyakit”. Justru sebaliknya: check-up adalah bentuk ikhtiar tertinggi untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menghindari konsekuensi yang lebih fatal.

Dalam dunia medis, check-up memiliki peran utama:

Check-Up Tidak Harus Mahal

Salah kaprah lain yang beredar di masyarakat adalah anggapan bahwa check-up itu mahal dan hanya untuk orang kaya. Padahal, banyak fasilitas kesehatan saat ini menyediakan paket pemeriksaan dasar dengan harga terjangkau, bahkan gratis lewat BPJS untuk beberapa layanan dasar.

Pemeriksaan dasar yang bisa dilakukan meliputi:

Baca Juga: Kuliner Kopi Kaliurang Blitar, Nikmati Kedai Kopi Bernuansa Jawa Tempo Dulu

Jika seseorang memiliki faktor risiko atau gejala khusus, pemeriksaan bisa ditingkatkan seperti echocardiography, treadmill test, atau CT-Scan jantung. Namun semuanya dimulai dari kemauan untuk memeriksakan diri lebih awal.

Stop Budaya “Nunggu Sakit Dulu”

Kita hidup dalam budaya “nanti aja deh kalau sudah parah”, yang nyatanya hanya membuat biaya pengobatan makin mahal dan peluang selamat makin kecil. Banyak yang baru sadar pentingnya check-up setelah mengalami kejadian nyaris maut, kehilangan orang terdekat, atau bahkan menderita komplikasi permanen.“Coba Anda pikirkan: apakah Anda lebih rela mengeluarkan uang untuk mencegah penyakit, atau untuk biaya pengobatan ICU? Pilihannya ada di tangan Anda,” tulis dr. Damais dalam unggahannya.

Baca Juga: Kampung Coklat: Wisata Edukasi di Blitar untuk Mengisi Libur Panjang Sekolah

Check-Up = Tanda Sayang pada Diri Sendiri dan Keluarga

Melakukan pemeriksaan kesehatan bukan hanya demi diri sendiri, tapi juga bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga. Anak-anak membutuhkan orang tua yang sehat, pasangan membutuhkan pasangan yang tangguh, dan orang tua lanjut usia membutuhkan anak yang kuat mendampingi mereka.

Sakit berat, kehilangan produktivitas, hingga meninggal muda akibat penyakit jantung atau stroke bisa dicegah dengan tindakan sesederhana periksa tekanan darah dan kolesterol secara rutin setiap tahun.“Kalau kita tahu lebih awal, banyak hal bisa kita cegah. Kita bisa mulai olahraga, atur pola makan, atau minum obat penurun kolesterol sebelum pembuluh darahnya buntu,” jelas dokter yang aktif mengedukasi publik itu.

Baca Juga: Penasaran, Di Kota Blitar Ada Kedai Kopi Vintage yang Jarang Orang Ketahui

Penutup: Jangan Takut Tahu, Takutlah Terlambat

Mungkin check-up terasa menyeramkan. Mungkin kamu takut tahu hasilnya. Tapi lebih baik tahu sekarang dan bisa memperbaiki, daripada menyesal saat semuanya sudah terlambat.

Check-up bukan tentang ketakutan. Ini tentang keberanian untuk menjaga hidup. Dan ya, dalam banyak kasus, check-up memang bisa menyelamatkan nyawa—termasuk nyawa Anda.

Editor : Anggi Septian A.P.
#jantung #kesehata