BLITAR - Pantai Tambakrejo destinasi wisata populer yang tidak asing di telinga warga lokal maupun wisatawan.
Pantai ini berada di Kecamatan Wonotirto, sekitar 30 km dari pusat Kota Blitar, pantai ini menawarkan panorama khas pesisir selatan. Mulai dari pasir putih yang bersih, ombak tenang, dan deretan perahu nelayan berjejer rapi di tepi pantai.
Pantai Tambakrejo telah lama menjadi ikon wisata bahari Blitar. Dengan akses jalan yang semakin baik dan fasilitas umum yang terus dikembangkan, destinasi wisata ini tak pernah sepi pengunjung terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Baca Juga: Ngopi Sambil Sunset-an di Blitar, Ini Tempat Hidden Gem Syahdu yang Murah Meriah, Silahkan Dicoba
Salah satu daya tarik utama Pantai Tambakrejo adalah pantainya yang cukup landai, aman untuk bermain pasir, berenang, maupun sekedar duduk menikmati sejuknya angin laut.
Di pagi hari, pengunjung bisa menyaksikan aktivitas nelayan yang baru kembali melaut. Pantai ini juga memiliki pasar ikan tradisional yang menjual berbagai hasil laut seperti cumi, ikan kakap, tongkol, hingga lobster dengan harga miring.
Dengan adanya pasar ikan ini, pengunjung bisa membeli ikan segar dan bisa membakarnya untuk dimakan sambil menikimati suasana pantai.
Pantai Tambakrejo juga memiliki beberapa fasilitas seperti:
- Area parkir luas
- Kamar mandi umum
- Mushola
- Warung makan
Pengunjung juga bisa memancing ikan, bermain bola di pantai, hingga berburu sunset yang memukau.
Pantai Tambakrejo berjarak kurang lebih dari 30 km ke arah selatan Kota Blitar dan dapat di tempuh menggunakan kendaraan pribadi, kurang lebih dalam waktu 1 jam.
Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 2.000 per orang. Tips datang ke pantai ini, disarankan datang di pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas.
Pantai Tambakrejo bukan hanya tempat wisata, tapi juga cerminan kehidupan Kota Blitar yang sederhana namun berwarna.
Dengan pengelolaan yang semakin baik dan promosi berkelanjutan, diharapkan Pantai Tambakrejo bisa menjadi salah satu ikon wisata bahari Jawa Timur yang menduina.(*)
Editor : M. Subchan Abdullah