BLITAR - Kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama untuk bersaing di dunia kerja.
Data terbaru menunjukkan bahwa profesional dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik berpeluang mendapatkan gaji 30-50% lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
Adrian Permadi, seorang ahli pengajar bahasa Inggris dengan pengalaman 17 tahun, dalam podcast Suara Berkelas bersama Bilal Faranov, dia menjelaskan:
"Bahasa Inggris adalah gatekeeping skill. Tanpa kemampuan ini, peluang kerja di perusahaan multinasional atau BUMN akan sangat terbatas."
Baca Juga: Kelanjutan PIP Kemendikdasmen Tahun Ini: Berikut Panduan Pencairannya
4 fakta penting Bahasa Inggris merupakan investasi masa depan:
- Syarat utama untuk masuk ke perusahaan Big 4 adalah melakukan tes bahasa Inggris dalam proses rekrutmen. Bahkan, beberapa membuka lowongan khusus untuk kandidat dengan skor TOEFL/IELTS tertinggi.
- Peluang mendapatkan gaji lebih tinggi dari hasil riset English Proficiency Index (EPI)menunjukkan bahwa karyawan dengan kemampuan bahasa Inggris lancar berpotensi mendapat kompensasi lebih besar karena bisa meng-handle klien internasional.
- Peluang bekerja secara remote bagi yang menguasai bahasa asing, generasi muda bisa bekerja secara remote untuk perusahaan luar negeri dengan bayaran dalam dolar atau euro.
- Karyawan yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris seringkali berkesempatan diprioritaskan untuk promosi, terutama di divisi yang berhubungan dengan mitra global.
Dari fakta tersebut tidak menutup kemungkinan masih banyak yang gagal kuasai bahasa Inggris.
Adrian Permadi menjelaskan penyebab utama seseorang gagal dalam menguasai bahasa asing karena masih terpacu dengan perkataan orang-orang.
Sering kita temui orang-orang justru menyepelekan bahasa Inggris seperti mengatakan “Sok Inggris”. Mindset seperti itu harus dihapuskan karena dapat melemahkan motivasi seseorang belajar bahasa Inggris.
Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, menguasai bahasa Inggris bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.