Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mangupas Mitos Terkait IQ, Ini Batasan Kecerdasan yang Sebenarnya

Prima Suci Maharani • Minggu, 13 Juli 2025 | 15:00 WIB
CARA MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK (YOUTUBE FERRY IRWANDI)
CARA MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK (YOUTUBE FERRY IRWANDI)

BLITAR - Belakangan ini, banyak diperbincangkan seorang calon mahasiswa kedokteran yang merasa putus asa karena memiliki skor IQ 106.

Ia beranggapan angka tersebut terlalu rendah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Padahal, anggapan ini justru salah secara medis.

Lantas, bagaimana sebenarnya standar kecerdasan untuk masuk fakultas kedokteran?

Menurut Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS), skor IQ diklasifikasikan menjadi beberapa bagan, yakni:

  1. 90–109: Rata-rata (normal)
  2. 110–119: Di atas rata-rata
  3. 120–129: Superior
  4. 130 ke atas: Sangat superior

Dengan skor 106, seseorang justru termasuk dalam kategori normal dan sama sekali tidak tergolong rendah.

"Angka ini tidak menghalangi seseorang untuk menjadi dokter selama mampu memenuhi syarat akademik lainnya," jelas Dr. Andika, seorang psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia.

Fakultas kedokteran tidak hanya melihat IQ, tetapi juga:

  1. Kemampuan Akademik: Nilai tinggi di bidang sains, terutama biologi, kimia, dan fisika.
  2. Soft Skills: Komunikasi, empati, dan ketahanan mental.
  3. Tes Khusus: Seperti UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter).

"Banyak dokter sukses yang IQ-nya tidak tergolong tinggi, tetapi unggul dalam ketekunan dan keterampilan praktik," ungkap Dr. Andika.

Pressure ini sebagai akibat dari banyaknya influencer mengklaim memiliki IQ di atas 140. "Mereka jadi mengira harus punya IQ super tinggi untuk sukses, padahal tidak," tambah Amelia, seorang psikolog anak.

Dr. Rina (32), seorang dokter umum di Jakarta, mengaku hanya memiliki IQ 108.

"Dulu saya juga minder, tapi ternyata yang penting adalah cara belajar dan konsistensi," katanya.

Ia membuktikan bahwa kerja keras lebih menentukan daripada sekadar angka tes kecerdasan.

Skor IQ 106 tidak menghalangi siapa pun untuk menjadi dokter. Tetaplah fokus pada pengembangan diri, keterampilan klinis, dan passion di bidang medis jauh lebih penting daripada terpaku pada angka tes. (*)

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#kedokteran #IQ #Mitos #kecerdasan #Kepintaran #dokter #psikolog #Standar