BLITAR - Sejak kecil, kita sering mendengar nasihat, "Bergaullah dengan orang pintar, maka kamu akan ikut pintar." Tapi seberapa besar kebenaran di balik ungkapan ini? Apakah lingkungan sosial benar-benar bisa meningkatkan IQ seseorang?
Proses ini disebut neuroplastisitas, di mana otak dapat membentuk koneksi baru berdasarkan pengalaman dan interaksi sosial.
Artinya, ketika Anda sering berdiskusi dengan orang-orang yang cara berpikirnya kritis atau memiliki wawasan luas, secara otomatis otak Anda terlatih untuk bekerja lebih efisien.
Dr. Lisa Feldman Barrett, seorang profesor psikologi di Northeastern University, menjelaskan:
“Interaksi dengan orang yang cerdas dapat merangsang otak untuk berpikir lebih cepat, menyerap informasi baru, dan bahkan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah,” Ungkapnya.
Sebuah studi dari Harvard University menemukan bahwa:
- 60% partisipan mengaku lebih termotivasi belajar ketika berada di lingkungan yang kompetitif.
- 45% merasa kemampuan analitis mereka meningkat setelah bergabung dengan kelompok diskusi yang intens.
"Ini seperti efek domino. Ketika satu orang mulai berpikir kritis, yang lain akan tertular," kata Prof. James Flynn, penemu Flynn Effect (fenomena peningkatan IQ dari generasi ke generasi).
Tidak semua orang memiliki akses ke lingkaran pertemanan yang kritis. Lantas, apa yang bisa dilakukan?
- Cari Komunitas Online: Grup diskusi, webinar, atau forum seperti Reddit dan Quora bisa menjadi alternatif.
- Bergabung dengan Kelas atau Workshop: Ini adalah cara efektif untuk bertemu orang-orang baru dengan minat serupa.
- Membaca Buku atau Podcast: Meski tidak interaktif, konten berkualitas dapat merangsang otak seperti halnya percakapan langsung.
Lingkungan sosial memang tidak secara langsung menaikkan skor IQ, tetapi ia dapat menghasilkan pengaruh kebiasaan berpikir, motivasi, dan cara memandang masalah. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.