BLITAR – Dunia kerja terus berkembang, dan setiap generasi membawa karakteristik uniknya sendiri.
Namun, belakangan ini, banyak pengusaha dan manajer yang membandingkan sikap kerja Generasi Z (Gen-Z) dengan generasi sebelumnya, seperti Milenial dan Baby Boomer.
Seorang pebisnis viral mengungkapkan pengalamannya, menyebut bahwa Gen Z cenderung lebih emosional dan kurang tahan banting dibanding pendahulunya.
Beberapa poin perbandingan yang disebutkan antara lain:
- Respons terhadap Kritik
- Milenial/Boomer: Menerima masukan sebagai bagian dari perkembangan karier.
- Gen Z: Lebih sensitif, sering merasa kritik adalah bentuk "toxic leadership".
- Komitmen pada Tanggung Jawab
- Milenial/Boomer: Tetap menyelesaikan pekerjaan meski sedang tidak mood.
- Gen Z: Cenderung mengutamakan perasaan pribadi.
- Ekspektasi terhadap Lingkungan Kerja
- Milenial/Boomer: Berfokus pada gaji dan stabilitas.
- Gen Z: Lebih menuntut work-life balance, budaya perusahaan inklusif, dan fasilitas kekinian.
Perbedaan ini diduga kuat dipengaruhi oleh pergeseran nilai akibat media sosial.
Gen Z tumbuh di era di mana kesehatan mental dan kebahagiaan diri lebih diutamakan, sementara generasi sebelumnya terbiasa dengan pola kerja "yang penting bertahan".
Kritik ini memicu perdebatan sengit di media sosial. Sebagian setuju bahwa Gen Z perlu lebih kuat mental, sementara yang lain berpendapat bahwa dunia kerja juga harus beradaptasi dengan nilai-nilai baru.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.