Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sumur Amber Kandangan: Dari Irigasi Sawah Kini Jadi Pemandian Wisata Sehat

Ichaa Melinda Putri • Senin, 14 Juli 2025 | 01:00 WIB
sumur amber Blitar, pemandian alami, wisata Kandangan, wisata air Blitar
sumur amber Blitar, pemandian alami, wisata Kandangan, wisata air Blitar

BLITAR-Kabupaten Blitar kembali menunjukkan potensi wisata tersembunyinya. Kali ini bukan gunung, pantai, atau candi yang jadi sorotan, melainkan sebuah pemandian alami bernama Sumur Amber yang terletak di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Blitar.

Sumur Amber bukan sekadar kolam pemandian biasa. Dulunya, kawasan ini hanyalah sumber air yang digunakan untuk mengairi sawah milik warga. Kini, berkat inisiatif dan pengelolaan yang baik oleh masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tempat ini bertransformasi menjadi salah satu wisata air Blitar yang menyegarkan, menyehatkan, dan sarat nilai sejarah lokal.

Dari Irigasi Tradisional ke Destinasi Populer

Awal mula Sumur Amber berakar dari fungsi utamanya sebagai sumber pengairan sawah. Namun air yang mengalir dari mata air ini tak pernah berhenti, bahkan di musim kemarau. Air yang jernih dan segar inilah yang kemudian menarik perhatian warga untuk menjadikannya pemandian alami secara perlahan.

“Dulu tempat ini hanya digunakan warga sekitar untuk mengairi sawah dan mandi. Belum dikelola sama sekali,” ujar Abas, pengelola Sumur Amber sekaligus pengurus BUMDes Kandangan.

Setelah melihat antusiasme masyarakat dan banyaknya pengunjung yang datang meski belum ada fasilitas memadai, pengurus desa berinisiatif untuk mulai mengelola Sumur Amber secara resmi sekitar 5–6 bulan yang lalu. Hasilnya, kini Sumur Amber menjadi destinasi favorit masyarakat lokal yang mencari tempat pemandian murah, alami, dan sehat.

Baca Juga: Jalur Pendakian Karangrejo Akan Ditutup Selama Enam Hari, Ini Alasannya

Legenda Mbah Rebo dan Sumur yang Tak Pernah Kering

Sumur Amber tak bisa dilepaskan dari kisah legenda lokal tentang Mbah Rebo, sosok petani yang konon pertama kali membuat sumur ini. Menurut cerita warga setempat, Mbah Rebo membuat sumur kecil untuk keperluan ternaknya, terutama kerbau. Namun, secara ajaib air dari sumur tersebut terus memancar dan melimpah.

Dari sanalah kemudian air terus mengalir membentuk kolam alami dengan diameter awal sekitar tiga meter. Air yang tak pernah kering inilah yang menjadi alasan masyarakat menyebutnya “Amber” — sebuah nama lokal yang merujuk pada air yang terus mengalir atau meluap.

Baca Juga: Progres Koperasi Merah Putih di Kota Blitar Terkendala NPWP Pengurus

“Dulu kami kira cuma untuk kebutuhan sawah dan ternak, tapi ternyata airnya terus keluar tanpa henti. Dari situ mulai muncul ide untuk menjadikannya tempat pemandian,” tutur salah satu warga sepuh.

Kini, legenda tersebut menjadi bagian dari daya tarik Sumur Amber Blitar, terutama bagi pengunjung yang menyukai wisata dengan nilai cerita dan sejarah lokal.

Wisata Kandangan yang Sehat dan Hemat

Dibandingkan dengan kolam renang komersial lainnya, Sumur Amber menawarkan pengalaman yang berbeda. Air yang digunakan adalah air alami langsung dari sumber mata air, sehingga lebih segar, bersih, dan dipercaya mengandung manfaat kesehatan.

Tak heran jika banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk berenang, tetapi juga melakukan terapi air. Beberapa bahkan rutin berendam untuk membantu penyembuhan penyakit seperti asma, stroke ringan, dan pegal linu. Suasana alam yang masih asri, ditambah dengan pohon besar di sekitar kolam, menjadikan suasana sangat tenang dan menyejukkan.

“Kalau sore hari, banyak orang tua yang datang ke sini untuk relaksasi. Bahkan ada yang datang malam hari untuk terapi air,” ungkap Abas.

Baca Juga: Jejak Bung Karno, Theosofi, dan Larangan Freemason: Ketegangan Ideologis Sang Proklamator

Dengan tiket masuk hanya Rp5.000, Sumur Amber menjadi wisata air Blitar yang sangat terjangkau untuk semua kalangan.

Fasilitas Sederhana, Tapi Ramah Pengunjung

Meskipun baru dikelola secara resmi dalam hitungan bulan, Sumur Amber telah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kamar ganti, toilet, dan beberapa kedai makanan. Bahkan ke depannya, BUMDes Kandangan telah menyiapkan rencana untuk menambah wahana edukasi dan zona tangkap ikan untuk anak-anak.

Baca Juga: Jejak Bung Karno, Theosofi, dan Larangan Freemason: Ketegangan Ideologis Sang Proklamator

Selain itu, tersedia juga ban pelampung sewaan bagi anak-anak atau pengunjung yang belum bisa berenang. Area sekitar kolam masih terasa tradisional, namun justru inilah yang menjadi daya tarik — suasana desa yang tenang dan alami, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Tak hanya soal fasilitas fisik, pengelolaan Sumur Amber juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sebagian dari hasil penjualan tiket masuk dialokasikan untuk Pendapatan Asli Desa (PAD), yang nantinya akan kembali digunakan untuk pembangunan desa dan perawatan fasilitas wisata.

Harapan untuk Masa Depan Wisata Kandangan

BUMDes Kandangan tidak berhenti hanya pada pengelolaan pemandian. Mereka bercita-cita menjadikan Sumur Amber sebagai pusat wisata desa terpadu. Inovasi yang direncanakan antara lain penambahan wisata malam, zona edukasi anak, dan event budaya lokal.

“Kami ingin Sumur Amber menjadi contoh wisata berbasis masyarakat. Dari masyarakat, untuk masyarakat,” tegas Abas.

Harapan terbesar tentu saja agar tempat ini tidak hanya dikenal sebagai pemandian alami, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan desa melalui potensi lokal yang diolah dengan bijak dan kreatif.

Baca Juga: Lezatnya Kuliner Bakmi Ala Chinese di Kota Blitar yang Menggugah Selera

Sumur Amber Blitar adalah bukti nyata bahwa potensi besar bisa datang dari tempat sederhana. Berawal dari sumur irigasi yang dibuat oleh petani lokal, kini ia tumbuh menjadi wisata Kandangan yang ramai dikunjungi dan berdampak langsung bagi warga sekitar.

Bagi Anda yang mencari suasana pemandian yang alami, murah, dan menenangkan, Sumur Amber adalah pilihan yang tepat. Tak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga menyuguhkan kisah lokal yang hangat dan inspiratif.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Pemandian #sehat #Kandangan #wisata #sumur amber