BLITAR – Di balik legenda Laut Selatan dan nama besar Nyi Roro Kidul, tersimpan kisah cinta yang tak biasa antara seorang raja dan wanita misterius dari dalam hutan.
Kisah ini bermula bukan di pantai, melainkan di kedalaman hutan belantara, ketika Prabu Siliwangi — penguasa Kerajaan Pajajaran — tengah asik mengejar hewan buruan seorang diri.
Kisah ini tak hanya menjadi mitos yang beredar di wilayah Jawa Barat, namun juga punya gema yang kuat di wilayah Blitar dan pesisir selatan Jawa.
Bahkan, hingga kini, masyarakat pesisir Blitar percaya bahwa kekuatan Nyi Roro Kidul masih erat dengan kearifan lokal dan budaya spiritual masyarakat sekitar.
Kegemaran Berburu Seorang Raja
Prabu Siliwangi dikenal sebagai sosok raja bijaksana, namun juga memiliki sisi pribadi yang unik: kegemarannya berburu di hutan.
Bukan sekadar hobi, berburu bagi Sang Prabu adalah bentuk meditasi — menyatu dengan alam, menguji kepekaan, dan mengasah insting.
Setiap kali berburu, Prabu Siliwangi menolak membawa pengawal. Ia hanya membawa busur dan anak panah, serta keberanian untuk menyusuri hutan tanpa batas.
Namun pada suatu hari, hutan tak lagi bersahabat. Sang Prabu terlalu jauh masuk ke hutan belantara dan mulai kehilangan arah. Tidak ada jejak pulang, tidak ada suara manusia. Hanya suara dedaunan dan binatang malam yang menjadi teman.
Wanita Cantik di Tengah Hutan
Dalam kelelahan dan keputusasaan, Prabu Siliwangi memutuskan untuk duduk beristirahat di bawah pohon besar.
Saat itu, dari balik kabut pagi, muncul sosok wanita anggun berbusana hijau. Wajahnya bersih, matanya teduh, suaranya lembut. Sosok ini muncul tanpa suara langkah kaki.
Sang Prabu yang kelelahan merasa menemukan harapan. Ia pun menyapa, “Maafkan saya jika lancang. Saya tersesat. Dapatkah Anda membantu saya menemukan jalan keluar?”
Wanita itu hanya tersenyum dan menjawab, “Aku bisa membantu, tapi dengan satu syarat.” Sang Prabu yang terbiasa berhadapan dengan politik kerajaan pun menjadi penasaran. “Apa syaratnya?”
Namun wanita itu tak menjawab. Ia hanya melangkah lebih dalam ke hutan dan memberi isyarat agar Prabu mengikutinya. Syarat Tak Terucap dan Asmara yang Bertumbuh.
Hari-hari berlalu, Sang Prabu tinggal bersama wanita misterius itu di tempat tersembunyi di dalam hutan.
Anehnya, meski jauh dari istana, ia merasa damai dan bahagia. Tak pernah ada pembicaraan serius soal identitas sang wanita, tapi dari keramahan dan kecerdasan tutur katanya, Prabu Siliwangi tahu: wanita ini bukanlah orang biasa.
Lambat laun, benih cinta tumbuh. Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk menikah secara spiritual dan hidup sebagai pasangan di dalam hutan.
Konon, tempat tinggal wanita itu tidak berada di dunia biasa. Ada yang mengatakan ia adalah makhluk gaib penunggu hutan, ada pula yang percaya bahwa ia adalah titisan penguasa air yang sedang menyamar sebagai manusia.
Janji yang Tak Ditepati
Waktu berlalu. Rasa tanggung jawab sebagai raja mulai mengganggu ketenangan batin Prabu Siliwangi. Ia merasa harus kembali ke Pajajaran, memimpin rakyat dan mengatur kembali kerajaannya.
Kepada sang istri, Prabu berkata, “Aku harus kembali. Tapi aku berjanji akan datang kembali menemuimu setiap kali aku berburu.” Wanita itu hanya tersenyum dan berkata, “Pergilah, tapi jangan lupakan janjimu.”
Ia pun mengutus pengawal dari dunianya untuk mengantarkan Prabu keluar dari hutan. Sang Prabu kembali ke istana dan disambut gegap gempita.
Rakyat mengira rajanya telah meninggal, padahal ia tengah hidup dalam cinta yang tak biasa. Namun janji tetaplah janji. Dan janji itu akhirnya terlupakan.
Baca Juga: Tanda-Tanda Awal Gangguan Jantung yang Sering Diabaikan: Jangan Sampai Terlambat!
Awal dari Kisah Nyi Roro Kidul
Legenda ini menjadi akar dari munculnya tokoh Nyi Roro Kidul, sosok mistis yang dikenal sebagai Ratu Pantai Selatan.
Dalam berbagai versi cerita, wanita misterius yang ditemui Prabu Siliwangi di hutan dipercaya adalah ibu dari Putri Kadita — gadis cantik yang kelak menjadi Nyi Roro Kidul.
Masyarakat di pesisir Blitar, terutama di kawasan seperti Tambakrejo dan Serang, kerap menghubungkan legenda ini dengan kepercayaan akan kekuatan mistis laut selatan.
Baca Juga: Lezatnya Kuliner Bakmi Ala Chinese di Kota Blitar yang Menggugah Selera
Upacara labuhan, larangan berpakaian hijau saat berkunjung ke pantai, dan ritual spiritual tertentu dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Ratu Laut Selatan.
Legenda dan Kearifan Lokal
Kisah pertemuan Prabu Siliwangi dengan wanita misterius ini bukan sekadar cerita cinta. Ia adalah pengantar dari rangkaian panjang folklore Jawa, yang masih hidup hingga hari ini.
Di Blitar, legenda Nyi Roro Kidul bukan hanya dongeng — ia menjadi bagian dari narasi spiritual yang membentuk jati diri budaya pesisir selatan.
Dan mungkin, dalam setiap hembusan angin pantai dan desir ombak yang datang ke bibir Blitar, ada bisikan janji lama yang tak pernah ditepati: kisah cinta seorang raja, dan wanita yang hidup di antara dunia nyata dan gaib.
Editor : Anggi Septian A.P.