BLITAR – Dalam podcast Sapio Patho, Axel Christian, Bintang tamu yang berbicara tentang dinamika hubungan modern yang dibumbui standar tertentu dari sosial media.
Ia mengungkapkan kegelisahannya tentang bagaimana banyak orang terjebak dalam hubungan yang hanya mengandalkan perasaan.
"Kalau kita hanya pakai perasaan, apa bedanya kita dengan binatang?" ujarnya.
Pernyataan ini memantik diskusi seberapa penting keseimbangan antara logika dan emosional dalam hubungan asmara?
Axel menekankan bahwa logika diperlukan untuk melihat hubungan secara objektif. Tanpa logika, seseorang bisa terjebak dalam ilusi bahwa pasangannya sempurna, padahal kenyataannya tidak.
Banyak orang yang tetap bertahan dalam hubungan toxic karena "merasa" cintanya tulus, meski secara logika hubungan itu merugikan.
Survei dari Psychology Today menunjukkan bahwa 60% hubungan berakhir karena ketidakcocokan yang sebenarnya bisa diidentifikasi lewat analisis logis sejak awal.
Di sisi lain, perasaan juga tak bisa diabaikan. Tanpa emosi, hubungan akan terasa kering dan mekanis.
"Kita butuh perasaan untuk membangun koneksi emosional, tapi jangan sampai itu membutakan kita." Ujarnya.
Pasangan yang hanya mengandalkan logika seringkali kesulitan membangun keintiman karena kurangnya empati.
Baik logika maupun perasaan sama-sama penting dalam hubungan. Seperti yang diungkapkan Axel, "Cinta butuh nalar untuk bertahan, tapi butuh perasaan untuk bermakna."(*)
Baca Juga: Wisata Edukasi Istana Gebang di Kota Blitar: Belajar Sejarah dengan Sentuhan Nostalgia
Editor : Anggi Septian A.P.